Grebeg Ageng Andum Apem Kiai Ageng Gribig Dorong Pelestarian Budaya dan Ekonomi Lokal
Grebeg Ageng Andum Apem Kiai Ageng Gribig di Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, kembali digelar sebagai bentuk pelestarian tradisi budaya yang telah berlangsung turun-temurun.
Acara ini mengangkat tema 'Ingaluhur Rinasa Trusthaning Gusti' yang menekankan pentingnya sikap tawakal, rendah hati, dan kepercayaan kepada Allah SWT sebagai landasan dalam menjalani kehidupan, sejalan dengan nilai-nilai yang diajarkan oleh Kiai Ageng Gribig saat berdakwah di tanah Jawa.
Rangkaian kegiatan Grebeg Saparan dimulai sejak 16 Juli 2026 dengan Ambuko Songsong Winadi, menandai masuknya tanggal 1 Safar, dan dilanjutkan dengan Semakan Al Qur'an Bil Qhoib, Khataman Al Qur'an, Maulid Al Barzanji, haul, serta festival seni budaya selama satu minggu di sepanjang jalan raya Jatinom.
Salah satu puncak acara adalah Kirab Gunungan Apem yang berasal dari kantor Kecamatan Jatinom menuju Masjid Gedhe Jatinom, menandai penyebaran penganan khas berbahan tepung beras yang menjadi simbol dakwah Kiai Ageng Gribig.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan tradisi ini dan kontribusi masyarakat Klaten dalam menjaga serta mempromosikan kekayaan budaya Indonesia. Ia menyebutkan bahwa pengunjung yang hadir pada acara ini mencapai sekitar 50 ribu orang.
Menurut Airlangga, tradisi ini tidak hanya penting secara budaya, tetapi juga memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian lokal. Para pelaku usaha mikro di sekitar lokasi, termasuk pedagang kaki lima dan penyedia oleh-oleh, mengalami lonjakan pendapatan selama seminggu acara berlangsung.
Jumlah pesanan pembuatan kue apem mencapai 6 hingga 7 ton yang melibatkan warga lokal dan daerah tetangga, serta mendorong pemberdayaan sektor jasa seperti pengelola parkir, penyedia transportasi, dan pengusaha warung atau angkringan.
Airlangga juga menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh panitia, ulama, tokoh masyarakat, relawan, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan warga dalam melestarikan tradisi yang telah berlangsung selama ratusan tahun ini.
Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua BKSAP DPR RI Ravindra Airlangga, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, serta jajaran Forkompimda Kabupaten Klaten.
Sejak masa Kiai Ageng Gribig yang bernama asli Syekh Wasibagno Timur dan merupakan keturunan Raja Majapahit Brawijaya V, tradisi ini telah menjadi metode penting dalam penyebaran Islam di Jawa dengan pendekatan kelembutan dan kebijaksanaan.