Gravitasi Bulan Perlahan Memperlambat Perputaran Rotasi Bumi

Share

Durasi waktu satu hari di Bumi saat ini berkisar 24 jam. Namun, pada masa dinosaurus sekitar 70 juta tahun lalu, perputaran planet ini berlangsung lebih cepat sehingga satu hari hanya berdurasi 23,5 jam. Perubahan durasi rotasi planet ini dipicu oleh gaya tarik gravitasi Bulan yang mengerem kecepatan putaran Bumi secara konstan.

Fenomena penambahan durasi waktu tersebut berlangsung sangat lambat selama ratusan juta hingga miliaran tahun. Sebagaimana dilansir dari Detik iNET, ketetapan waktu 24 jam dalam sehari sebenarnya tidak bersifat permanen. Durasi harian secara konsisten bertambah akibat tarikan gravitasi satelit alami tersebut.

Gaya gravitasi Bulan tidak sekadar memicu pasang surut air laut. Tarikan tersebut memicu gesekan pasang surut atau tidal friction yang mengurangi daya putar planet ini secara perlahan.

Energi yang terlepas dari proses pengereman rotasi tersebut berpindah ke orbit Bulan. Dampaknya, Bulan terus bergerak menjauhi Bumi dengan jarak sekitar 3,8 sentimeter setiap tahunnya. Kondisi pada era sebelum dinosaurus menunjukkan perbedaan durasi harian yang jauh lebih singkat. Pada ratusan juta tahun sebelumnya, rotasi planet ini belum banyak mengalami pengereman.

Para peneliti mengidentifikasi durasi waktu di masa purba melalui rekaman geologi. Petunjuk tersebut ditemukan pada struktur pertumbuhan karang purba serta lapisan endapan sedimen yang mencatat siklus harian dan tahunan. Meskipun waktu harian terus memanjang, pergeserannya terjadi dalam skala yang sangat kecil. Rata-rata durasi harian hanya bertambah sekitar 1,8 milidetik setiap seratus tahun, sehingga perubahannya tidak dirasakan dalam kehidupan harian.

Kondisi ini membuktikan bahwa durasi satu hari di Bumi terus mengalami pergeseran seiring berjalannya waktu akibat interaksi gaya gravitasi antara Bumi dan Bulan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author