Grafiti Kuno di Pompeii Rekam Catatan Tanggal Lengkap Pertama Sejarah

Share

Kebiasaan mendokumentasikan waktu secara terperinci ternyata telah berlangsung sejak era kuno. Bukti mengenai pencatatan tanggal lengkap yang pertama kali ditemukan dalam sejarah berasal dari sebuah coretan dinding kuno.

Grafiti tersebut ditemukan pada dinding bangunan peninggalan Romawi yang terbengkalai di Pompeii, Italia, bernama Casa delle Nozze d'Argento. Tulisan kuno ini memuat informasi hari dan tanggal yang sangat spesifik, seperti dikutip dari Detikcom.

Pesan di dinding itu menggunakan bahasa Latin yang merujuk pada masa kepemimpinan konsul Nero Caesar Augustus dan Cossus Lentulus. Melalui identitas para tokoh tersebut, sejumlah sejarawan berhasil mengidentifikasi bahwa coretan dibuat pada tahun 60 Masehi.

Masyarakat Romawi kuno menerapkan metode perhitungan hari yang berbeda dengan sistem modern. Mereka tidak menghitung maju dari awal bulan, melainkan menghitung mundur menuju tiga waktu patokan, yakni Nones, Ides, dan Kalends.

Berdasarkan kalkulasi matematis Romawi yang rumit itu, para peneliti berhasil mengonversi waktu tersebut menjadi tanggal 6 Februari. Penulis grafiti kuno itu juga menambahkan frasa "dies Solis" yang memiliki arti hari Matahari atau hari Minggu.

Melalui temuan tersebut, catatan penanggalan lengkap yang pertama kali terdokumentasikan dalam sejarah jatuh pada hari Minggu, 6 Februari 60 Masehi. Walau demikian, penemuan penting ini menyisakan sebuah tanda tanya besar bagi para ilmuwan.

Perbedaan Hari dan Pengaruh Astrologi

Dua peneliti dari University College London, Ilaria Bultrighini dan Sacha Stern, mengidentifikasi adanya kejanggalan dalam penanggalan tersebut pada tahun 2017. Berdasarkan hitungan kalender modern yang presisi, tanggal 6 Februari 60 Masehi seharusnya merupakan hari Rabu.

Filolog asal Kanada, Pierre Brind'Amour, memberikan penjelasan yang dinilai paling rasional terkait selisih hari ini. Menurut pandangannya, pembuat grafiti tersebut kemungkinan menggunakan konsep pembagian hari yang berkaitan erat dengan ilmu astrologi saat itu.

Sistem penamaan hari pada masa lampau mengadopsi nama objek langit serta dewa-dewa Yunani-Romawi. Para pakar astrologi kuno mengelompokkan 24 jam dalam sehari ke dalam siklus tujuh benda langit berdasarkan pergerakannya.

Masyarakat Romawi terkadang menerapkan acuan perputaran planet yang dimulai saat Matahari terbenam, bukan ketika Matahari terbit. Pergeseran titik awal inilah yang diduga memicu penulisan tanggal 6 Februari 60 Masehi sebagai hari Minggu.

Perbedaan yang dipicu oleh kalkulasi astrologi maupun potensi kekeliruan ingatan sang penulis tidak mengurangi nilai penting coretan di Pompeii tersebut. Grafiti kuno ini menjadi dokumen tertua yang memadukan tanggal resmi dengan nama hari dalam satu pekan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author