Gofman Rombak Mossad Usai Skenario Penumbangan Iran Gagal
Direktur Badan Intelijen Israel Mossad Roman Gofman memberhentikan Kepala Direktorat Intelijen dan Kepala Divisi Iran usai skenario penumbangan pemerintah Republik Islam Iran memicu kegagalan operasional di lapangan. Laporan Channel 12 pada Jumat (7/8/2026) menyebutkan restrukturisasi internal ini disepakati bersama di tengah eskalasi konflik militer di Teluk Persia.
Rencana rahasia yang melibatkan koordinasi dengan Amerika Serikat tersebut sejatinya dirancang untuk memicu pemberontakan internal di Iran. Strategi tersebut mencakup serangan udara besar-besaran untuk mendukung pergerakan pejuang Kurdi dari perbatasan Irak, penempatan mantan presiden Mahmoud Ahmadinejad sebagai pemimpin pasca-rezim, hingga pengerahan agen lapangan.
Skenario tersebut berantakan akibat kebocoran informasi, penolakan dari kelompok Kurdi dan Turki, serta keraguan Ahmadinejad setelah terluka dalam serangan udara. Kebijakan pembenahan internal ini juga bertepatan dengan pengumuman Kementerian Intelijen Iran yang mengklaim telah menangkap 21 orang terduga agen Mossad di Provinsi Kerman.
Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya sempat mengisyaratkan tingginya kerumitan operasi penumbangan kekuasaan di Teheran tersebut.
"Tidak pasti hal ini akan terjadi," kata Netanyahu pada 13 Maret lalu.
Meskipun dicopot dari posisi kepemimpinan mereka, kedua pejabat senior yang nama identitasnya dirahasiakan tersebut dilaporkan tetap bertugas di Mossad pada divisi yang berbeda. Hingga saat ini, pemerintah maupun militer Israel belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait keputusan perombakan tersebut.