Gerindra Hargai Sikap PDIP Berada di Luar Kabinet Prabowo
Partai Gerindra menghargai keputusan PDI Perjuangan yang memilih berada di luar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sebagai fungsi kontrol dan penyeimbang demokrasi. Keputusan politik PDIP tersebut dinilai tidak memengaruhi hubungan kekeluargaan serta persahabatan antar pimpinan partai politik, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Juru bicara Partai Gerindra Bahtra Banong menegaskan bahwa keberadaan kekuatan politik di luar pemerintahan sangat krusial untuk memastikan mekanisme pengawasan berjalan sehat. Langkah ini dipandang penting agar roda pemerintahan tetap berada pada jalur yang tepat.
"Kami dari Partai Gerindra menghargai dan menghormati sikap serta keputusan PDI Perjuangan untuk tetap berada di luar pemerintahan sebagai partai penyeimbang. Dalam demokrasi, keberadaan kekuatan politik yang menjalankan fungsi kontrol dan kritik justru penting untuk memastikan mekanisme checks and balances berjalan sehat sehingga pemerintah dapat terus dikawal agar berada di jalur yang pas," kata Bahtra kepada wartawan, Kamis (12/8/2026).
Ia menambahkan, Presiden Prabowo selalu mengingatkan bahwa perbedaan pandangan politik tidak boleh mengikis semangat gotong royong dan rasa kekeluargaan dalam membangun bangsa.
"Pak Prabowo juga sering menyampaikan kepada semua partai baik partai yang ada di pemerintahan maupun partai yang katakanlah sebagai penyeimbang atau sebagai oposisi, bahwa perbedaan pandangan tidak membuat rasa kekeluargaan dan kegotongroyongan kita hilang untuk terus membangun bangsa," ucap Bahtra, Wakil Ketua Komisi II DPR tersebut.
Hubungan historis antara Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri dinilai tetap terjalin baik meskipun memilih haluan posisi politik yang berbeda.
"Di sisi lain, hubungan antara ketum kami, Presiden Prabowo dan Ibu Megawati memiliki sejarah yang panjang dan juga terjalin cukup baik. Keduanya tentu memiliki persahabatan yang kuat, dan tetap menunjukkan sikap saling menghargai dan menghormati," kata Bahtra.
Atas dasar itu, Gerindra menganggap pilihan PDIP bukanlah sebuah persoalan yang perlu diperdebatkan secara berkepanjangan.
"Bagi kami, perbedaan posisi politik tidak harus menghilangkan komunikasi, persahabatan, maupun rasa saling menghormati di antara para tokoh bangsa. Karena itu, Gerindra tidak melihat sikap PDI Perjuangan tersebut sebagai sesuatu yang perlu dipersoalkan," sambung Bahtra.
Di sisi lain, seluruh kekuatan politik diharapkan dapat mengedepankan kepentingan nasional agar program strategis pemerintah demi kesejahteraan rakyat dapat terealisasi secara optimal.
"Pemerintahan tentu akan terus bekerja sekuat tenaga agar semua program strategis yang sudah direncanakan Presiden Prabowo bisa dirasakan oleh semua lapisan masyarakat. Yang paling penting adalah bagaimana seluruh kekuatan politik tetap menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi ataupun golongan yang bersifat jangka pendek," ucap Bahtra.
Sementara itu, Megawati Soekarnoputri membeberkan alasannya tidak mengambil bagian dalam kabinet Prabowo saat berbicara dalam acara BPIP pada Senin (10/8). Megawati menekankan bahwa sistem presidensial di Indonesia pada dasarnya tidak mengenal istilah oposisi maupun koalisi.
"Yang namanya negara kita ini kan namanya adalah dengan sistem presidensial, betul atau tidak? Betul toh, kok saya selalu diomongin oposisi. Memangnya ada di dalam sistem presidensial? No oposisi, tidak ada koalisi," kata Megawati saat pidato di acara tersebut.
Ketua Umum PDIP itu mengimbau publik untuk memahami kembali aturan sistem tata negara yang berlaku di Indonesia.
"Silakan baca kalau tidak percaya. Baca jangan g** gitu aja. 'Ibu Megawati tenang aja ngomong gitu karena oposisi'. Haduh, mau dilawan nggak ngerti, dilawannya b**, lah piye, itu kan yang namanya sistem parlementer, benar apa nggak? Benar, makanya saya bilang saya baca tapi saya suka lupa pasal, jadi nggak ada," ucap Megawati.
Megawati juga menceritakan momen komunikasinya secara langsung dengan Presiden Prabowo mengenai posisi politik PDIP.
"Makanya saya katakan 'Pak Prabowo, Mas Presiden, saya minta untuk…', saya datang benar ngomong baik-baik saya tidak akan ditawari untuk masuk, 'Saya tidak masuk ke kabinet, Pak, terima kasih banget, saya akan berada di luar sebagai penyeimbang'. Dengerin tuh semua, saya bukan oposisi tahu, enak aja!" tegas Megawati.