Gerhana Matahari Total Langka Bakal Gelapkan Langit Eropa Agustus Mendatang

Share

Fenomena gerhana matahari total yang langka dijadwalkan terjadi pada tanggal 12 Agustus 2026 di beberapa wilayah Eropa dan Arktik. Peristiwa alam spektakuler ini akan membuat langit di area terdampak mendadak gelap gulita di tengah hari.

Berdasarkan data dari Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional AS (NASA) dan Badan Antariksa Eropa (ESA), fenomena ini terjadi saat Bulan melintas di antara Bumi dan Matahari. Pergerakan tersebut menghasilkan bayangan sempit di permukaan bumi dengan panjang mencapai sekitar 8.300 kilometer.

Lintasan bayangan kegelapan tersebut dilaporkan bakal bermula dari wilayah Arktik, melewati Greenland dan Islandia, hingga menyapu Portugal serta Spanyol utara. Peristiwa ini menjadi momen pertama bagi penduduk daratan Spanyol untuk menyaksikan gerhana matahari total secara langsung dalam waktu lebih dari satu abad.

Durasi fase total gerhana ini dilaporkan sangat bervariasi bergantung pada lokasi geografis pengamat. Penduduk di Greenland dapat mengamati kegelapan total selama lebih dari dua menit, sedangkan di Spanyol utara durasi fenomena ini hanya berlangsung sekitar 20 detik.

Meskipun berlangsung singkat, gerhana matahari total ini mampu menurunkan suhu lingkungan secara cepat dan menggelapkan ruang angkasa seperti momen matahari terbenam. Kondisi tersebut memberikan kesempatan bagi manusia untuk melihat korona matahari serta planet-planet yang biasanya terhalang cahaya terang.

Masyarakat di luar jalur bayangan total seperti wilayah lain di Eropa, Afrika, dan Amerika Utara masih dapat menikmati gerhana matahari sebagian. Pada area tersebut, Bulan terpantau hanya menutupi sebagian dari cakram Matahari.

Demi menjangkau khalayak yang lebih luas, para ilmuwan ESA berencana menyiarkan langsung fenomena ini dari Observatorium Javalambre di Teruel, Spanyol. Siaran daring tersebut ditujukan agar masyarakat yang tidak bisa melakukan perjalanan tetap dapat menyaksikan setiap momen melalui layar kaca.

Bagi para peneliti, peristiwa ini menjadi momentum penting untuk melakukan berbagai eksperimen ilmiah. Salah satu agenda utamanya adalah rekonstruksi eksperimen klasik Albert Einstein tahun 1919 guna memverifikasi teori relativitas umum melalui pengukuran pembelokan cahaya bintang saat melewati medan gravitasi Matahari.

Terkait faktor keamanan, para ahli sangat menyarankan masyarakat agar tidak melihat langsung ke arah Matahari dengan mata telanjang atau kacamata hitam biasa. Pengecualian hanya berlaku pada periode singkat ketika gerhana telah mencapai fase total sepenuhnya.

Penonton diwajibkan menggunakan kacamata khusus gerhana yang memenuhi standar internasional atau filter pelindung yang sesuai. Para ahli memperingatkan bahwa penggunaan teropong atau teleskop tanpa filter pelindung yang tepat dapat mengakibatkan kerusakan penglihatan permanen.

Gerhana matahari pada bulan Agustus ini juga dipandang sebagai latihan sebelum terjadinya gerhana matahari total terpanjang abad ini pada 2 Agustus 2027. Pada momen tahun 2027 tersebut, kegelapan ekstrem diprediksi bakal menyelimuti wilayah Afrika Utara dan Timur Tengah selama 6 menit dan 23 detik.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author