Gerhana Bulan Sebagian Tutupi 96 Persen Permukaan Bulan
Fenomena gerhana Bulan sebagian bakal melintasi langit dalam waktu dekat dengan menutupi sekitar 96 persen permukaan Bulan oleh bayangan Bumi. Kawasan Amerika menjadi salah satu lokasi terbaik untuk mengamati peristiwa astronomi tersebut, sebagaimana dilansir dari Detik Travel. Kemunculan gerhana Bulan ini terjadi sekitar dua pekan setelah gerhana Matahari total melintasi Greenland, Islandia, dan Spanyol.
Menurut laporan NBC pada Senin (24/8/2026), gerhana Matahari dan gerhana Bulan umumnya muncul secara berpasangan ketika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam garis sangat sejajar. Posisi Bumi yang berada di antara Matahari dan Bulan menyebabkan bayangan planet ini jatuh ke permukaan Bulan hingga memancarkan warna kemerahan-oranye. Namun, ketiganya tidak berada dalam posisi sejajar sepenuhnya, sehingga Bulan tidak berubah menjadi fenomena fenomena fenomena fenomena fenomena fenomena fenomena blood moon secara utuh.
Rangkaian fenomena ini berlangsung selama 5,5 jam sejak Bulan memasuki bagian terluar bayangan Bumi, dengan fase gerhana sebagian memakan waktu lebih dari tiga jam. Puncak gerhana diperkirakan terjadi sesaat setelah tengah malam waktu Eastern Daylight Time (EDT).
Hampir 1 miliar penduduk di Amerika Utara, Amerika Tengah, Kanada, dan Amerika Selatan berkesempatan menyaksikan seluruh prosesi gerhana secara penuh. Secara keseluruhan, lebih dari 3 miliar orang atau 44 persen populasi dunia dapat mengamati sekurang-kurangnya sebagian dari fenomena langit ini. Pengamat di kawasan Eropa, Afrika, dan Timur Tengah akan melihat waktu gerhana yang lebih singkat karena Bulan terbenam saat fenomena berlangsung. Sebaliknya, wilayah Hawaii dan Pasifik timur menyaksikan Bulan terbit ketika fenomena sudah berjalan.
Peristiwa ini menjadi gerhana Bulan kedua sekaligus gerhana keempat yang hadir sepanjang tahun ini, setelah gerhana Bulan total sebelumnya melintas pada Maret di kawasan Amerika, Australia, dan Asia Timur. Peneliti mengagendakan gerhana Bulan total berikutnya baru dapat disaksikan kembali pada malam Tahun Baru 2028 dengan wilayah pengamatan terbaik di Asia dan Australia, sementara wilayah Amerika baru mendapat giliran pada 2029.