Gerhana Bulan Sebagian 96 Persen Terjadi pada 28 Agustus 2026

Share

Fenomena gerhana Bulan sebagian ekstrem dilaporkan akan terjadi pada 28 Agustus 2026, dengan puncak tutupan bayangan umbra Bumi mencapai 96,2 persen dari permukaan Bulan. Peristiwa astronomi ini dapat diamati langsung dari kawasan Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa, dan Afrika.

Berdasarkan data astronomi Time and Date serta IMCCE Observatorium Paris, fase piringan Bulan masuk ke bayangan umbra dimulai pukul 02.33 UTC atau 09.33 WIB, dan mencapai puncaknya pada pukul 04.12 UTC atau 11.12 WIB. Keseluruhan proses gerhana berlangsung selama 5 jam 38 menit saat fase purnama Sturgeon Moon.

Meskipun piringan Bulan akan memancarkan warna merah tembaga menyerupai Blood Moon akibat pembelokan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi, peristiwa ini secara teknis tetap dikategorikan sebagai gerhana sebagian karena menyisakan bagian tipis Bulan yang tidak tertutup umbra.

Masyarakat di Indonesia dipastikan tidak dapat menyaksikan peristiwa ini secara langsung. Hal tersebut dikarenakan posisi Bulan saat puncak gerhana berlangsung sudah berada di bawah ufuk dan bertepatan dengan waktu siang hari di wilayah Nusantara.

Lembaga Falakiyah NU Bojonegoro mencatat fenomena ini bertepatan dengan 15 Rabiulawal 1448 Hijriah. Karena gerhana tidak terlihat secara kasatmata dari wilayah Indonesia, umat Islam di Tanah Air tidak disunnahkan untuk menggelar shalat sunnah gerhana (Kusuf).

Pengamatan gerhana Bulan sebagian aman dilakukan dengan mata telanjang tanpa bantuan kacamata pelindung khusus. Sekitar 1,3 miliar orang di wilayah lintasan gerhana berkesempatan menyaksikan fase puncak fenomena ini sebelum Bulan terbenam.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author