Gempa Sukabumi Sempat Tahan Perjalanan KA Siliwangi di Cibeber

Share

Operasional kereta api di wilayah Daerah Operasi 2 Bandung tetap berjalan aman setelah gempa bumi tektonik bermagnitudo 4,9 mengguncang kawasan selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Minggu (19/7/2026) pukul 15.11 WIB. Satu perjalanan KA Siliwangi (343) relasi Cipatat–Sukabumi sempat tertahan di Stasiun Cibeber, Cianjur untuk menjalani prosedur pemeriksaan jalur sebelum akhirnya dinyatakan aman untuk melintas kembali. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi pusat gempa berada di laut pada jarak 83 kilometer arah selatan Kabupaten Sukabumi dengan kedalaman 23 kilometer.

Guncangan tersebut dirasakan di sepanjang lintas kereta Cibeber–Gandasoli, sehingga PT KAI Daop 2 Bandung langsung menerapkan prosedur tanggap darurat untuk memeriksa seluruh jalur rel, jembatan, dan terowongan.

"Dimana getaran gempa dirasakan di wilayah operasional PT KAI Daop 2 Bandung lintas Cibeber–Gandasoli, dimana saat kejadian terdapat KA Siliwangi (343) relasi Cipatat–Sukabumi sedang memasuki Stasiun Cibeber-Cianjur," kata Kuswardojo, Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung. Petugas prasarana langsung diterjunkan ke lapangan guna memastikan tidak ada kerusakan fisik yang mengganggu keselamatan operasional kereta api pasca-guncangan tektonik tersebut.

"KAI Daop 2 Bandung memastikan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh prasarana di lintas Cibeber–Gandasoli dalam kondisi aman dan tidak terdapat kerusakan akibat gempa," ujar Kuswardojo. Setelah seluruh jalur dipastikan laik jalan, KA Siliwangi yang tiba di Stasiun Cibeber tepat waktu pada pukul 15.13 WIB akhirnya diberangkatkan kembali menuju Stasiun Sukabumi.

"Setiap kali terjadi gempa bumi yang berpotensi mempengaruhi jalur kereta api, KAI akan segera menerapkan prosedur tanggap darurat dengan menghentikan sementara perjalanan kereta pada lintas yang terdampak untuk dilakukan inspeksi oleh petugas prasarana," tutur Kuswardojo. Langkah penghentian sementara ini membuat jadwal keberangkatan KA Siliwangi dari Stasiun Cibeber mengalami keterlambatan selama 19 menit dari waktu normal. "Petugas segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh prasarana perkeretaapian di lintas terdampak, meliputi jalur rel, jembatan, terowongan, serta fasilitas pendukung lainnya," jelas Kuswardojo.

KAI Daop 2 Bandung menegaskan bahwa pemeriksaan ketat ini merupakan bentuk langkah preventif demi memitigasi risiko kecelakaan akibat faktor alam.

"Setiap terjadi gempa bumi, KAI segera menerapkan prosedur tanggap darurat dengan menghentikan sementara perjalanan kereta pada lintas yang terdampak untuk dilakukan inspeksi oleh petugas prasarana," tambah Kuswardojo. Pengecekan fasilitas operasional ini dipastikan telah mengikuti regulasi mitigasi bencana yang berlaku di lingkungan PT Kereta Api Indonesia (Persero). "Keselamatan pelanggan, awak sarana, dan operasional kereta api selalu menjadi prioritas utama kami," pungkas Kuswardojo.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author