Gempa Pangandaran M 52 Hentikan Perjalanan Kereta Api Daop 2 Bandung
Sebanyak enam perjalanan kereta api di wilayah Operasional (Daop) 2 Bandung dihentikan sementara akibat guncangan gempa bumi bermagnitudo 5,2 yang berpusat di Pangandaran, Jawa Barat, pada Rabu malam, seperti dilansir dari Detikcom.
Guncangan kuat dari gempa berkedalaman 18 kilometer pada pukul 21.55 WIB tersebut dirasakan di sejumlah jalur vital Daop 2 Bandung, termasuk lintas Nagreg-Banjar, Cibatu-Garut, serta Cipatat-Gandasoli.
Instruksi berhenti luar biasa (BLB) langsung dikeluarkan oleh Pusat Pengendali Operasi Kereta Api (Pusdalopka) kepada seluruh kereta di lintas terdampak, baik saat berada di stasiun maupun di tengah petak jalan.
Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung Kuswardojo menyatakan bahwa langkah darurat ini diambil untuk memastikan kelaikan seluruh sarana dan prasarana penunjang perkeretaapian.
"Keselamatan merupakan prioritas utama. Begitu menerima informasi terjadinya gempa, kami langsung menerapkan prosedur keselamatan dengan menghentikan sementara perjalanan kereta api," ujar Kuswardojo, dilansir Antara, Kamis (6/8/2026).
Petugas prasarana langsung dikerahkan untuk memeriksa kondisi infrastruktur secara mendalam, meliputi jalur rel, jembatan, terowongan, hingga wesel sebelum operasional diizinkan kembali berjalan.
Penghentian operasional sementara tersebut berdampak pada enam perjalanan kereta, yaitu KA (306) Parcel Selatan di Stasiun Banjar, KA (300) Cikuray di Stasiun Leles, serta KA (292) Kutojaya Selatan di petak jalan Cibatu-Warungbandrek KM 217+900.
Selain itu, penahanan perjalanan juga dialami KA (72) Mutiara Selatan di petak jalan Cipeundeuy-Cirahayu KM 237+000, KA (350) Commuter Line Garut di Stasiun Wanaraja, KA (PLB 80B) Lodaya di petak jalan Manonjaya-Ciamis KM 289+200, dan KA (PLB 287A) Serayu di Stasiun Cipeundeuy.
Pihak manajemen menyadari penghentian mendadak ini berpotensi mengganggu ketepatan waktu perjalanan para penumpang.
"Kami memahami adanya potensi keterlambatan yang dialami pelanggan akibat penghentian sementara perjalanan kereta api. Namun langkah ini harus kami lakukan demi memastikan seluruh perjalanan berlangsung dengan selamat, aman, dan nyaman," ujarnya.
Manajemen Daop 2 Bandung juga menyampaikan permohonan maaf atas gangguan perjalanan yang dialami oleh para pengguna jasa.
"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan mengucapkan terima kasih atas pengertian dari seluruh pelanggan," ungkapnya.
Hasil pemeriksaan menyeluruh yang dilakukan oleh tim prasarana memastikan tidak ada pergeseran struktur ataupun kerusakan pada jembatan dan terowongan di sepanjang jalur operasional. Seluruh perjalanan kereta api kini telah kembali dioperasikan secara normal setelah dinyatakan aman.