Gempa M 6,7 Palu Ganggu Jaringan Telekomunikasi di Tiga Wilayah

Share

Infrastruktur telekomunikasi di Sulawesi Tengah mengalami gangguan setelah gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Palu dan sekitarnya pada Selasa (16/6/2026) pukul 10.27 WIB.

Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat sebanyak 29 situs Base Transceiver Station dari total 2.601 situs terdampak gangguan di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Poso akibat putusnya jalur transmisi serta pasokan listrik.

Hingga pukul 15.00 WIB, Pusat Monitoring Telekomunikasi melaporkan delapan situs BTS telah berhasil dipulihkan, sementara 21 situs lainnya masih berada dalam kondisi mati.

"Pemulihan tercepat terjadi di Kota Palu dengan 5 site yang telah kembali beroperasi, disusul Kabupaten Sigi sebanyak 3 site," kata Komdigi dalam pernyataan tertulisnya.

Pihak kementerian saat ini terus melakukan koordinasi dengan operator seluler dan pemerintah daerah guna mempercepat penanganan jaringan, serta memastikan tidak ada korban jiwa di lingkungan fasilitas telekomunikasi.

"Kementerian Komunikasi dan Digital akan terus menyampaikan perkembangan terkini mengenai proses pemulihan jaringan sesuai hasil pemantauan dan laporan dari operator telekomunikasi," kata Komdigi.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, pusat gempa bumi dangkal berkedalaman 10 kilometer ini terletak di darat pada jarak 42 kilometer arah tenggara Kota Palu dan tidak berpotensi memicu tsunami.

"Jadi gempa ini akibat aktivitas sesar aktif sausu di Sulawesi Tengah. Jadi ini bukan segmen Palukoro seperti gempa di 2018," kata Wijayanto, Kepala BMKG.

Lembaga geologi internasional USGS juga mendeteksi adanya aktivitas gempa susulan berkekuatan magnitudo 5,2 yang berjarak 44 kilometer timur tenggara Palu beberapa menit setelah gempa utama.

"Sesar-sesar aktif ini biasanya tidak memicu aktivitas sesar di sekitarnya. Jadi misalkan nanti memicu sesar di sekitarnya bukan berarti nanti akan memicu gempa yang lebih besar, tentunya nanti hanya memicu gempa-gempa kecil saja," jelas Wijayanto.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author