Gempa M 7,7 Guncang Nagekeo NTT Penyebab Kerusakan Hotel Labuan Bajo

Share

Guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang berpusat di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi, merusak sejumlah fasilitas bangunan di Labuan Bajo, Manggarai Barat, hingga memicu kepanikan para wisatawan.

Peristiwa yang terjadi menjelang pukul 05.00 WITA tersebut berdampak parah pada Hotel Jayakarta di Jalan Pantai Pede, Labuan Bajo. Kerusakan berat melanda area lantai satu dengan tembok bagian depan sepanjang 30 meter roboh serta plafon yang jebol, sebagaimana dilansir dari Detik Travel.

Para tamu hotel berhamburan keluar ruangan untuk menyelamatkan diri. Sebagian wisatawan memutuskan kembali ke daerah asal, berpindah tempat menginap, serta dievakuasi ke biara di Labuan Bajo.

Salah satu wisatawan yang menginap di lantai lima Hotel Jayakarta, Nova, menceritakan detik-detik guncangan kuat yang dirasakannya saat masih tertidur bersama pasangan.

"Kami waktu itu lagi tidur, gempa sangat keras sekali," ujar Nova di halaman Hotel Jayakarta.

Keduanya sempat bertahan di dalam kamar sebelum akhirnya memutuskan segera menuruni tangga darurat bersama para penghuni hotel lainnya.

"Saya ganti baju langsung turun ke bawah, mungkin nggak ada satu menit saya langsung turun ke bawah. Bersama tamu-tamu lain," ujar Nova.

Setibanya di lantai dasar, kondisi bangunan sudah mengalami kerusakan signifikan pada konstruksi tembok dan langit-langit gedung.

"Semua orang pada turun, saya lihat atap (plafon), tembok sudah hancur semua," ujar Nova.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi episenter gempa berada di laut pada kedalaman 15 kilometer, sekitar 30 kilometer arah timur laut Nagekeo, NTT.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, memaparkan bahwa gempa dangkal ini dipicu oleh aktivitas Sesar Busur Belakang Flores (Flores Back-Arc Thrust).

"BMKG tidak lagi mencatat adanya kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan masyarakat di sepanjang pesisir terdampak," kata Nelly dalam keterangan resmi BMKG, Sabtu (15/8/2026).

Guncangan gempa terukur mencapai skala VI MMI di Wolowae dan Kota Bajawa, serta skala V MMI di Kota Ende, Borong, dan Ruteng. Dampak getaran dilaporkan terasa hingga wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sulawesi Selatan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author