Gempa Magnitudo 5 Guncang Sukabumi Tidak Berpotensi Tsunami
Guncangan gempa bumi tektonik bermagnitudo 5,0 melanda kawasan pantai selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Minggu (19/7/2026) sore pukul 15.11 WIB.
Badan Meteorologi, Climatalogi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi titik koordinat gempa berada di 7,74 Lintang Selatan dan 106,44 Bujur Timur pada kedalaman 10 kilometer. Data tersebut kemudian dimutakhirkan menjadi magnitudo 4,8 dengan pusat gempa di laut pada kedalaman 52 kilometer dengan jarak 79 kilometer arah barat daya Kabupaten Sukabumi.
"Pusat gempa berada di laut 79 km barat daya Sukabumi," tulis laman BMKG.
Getaran gempa dilaporkan merambat hingga ke beberapa daerah di Jawa Barat. Wilayah Cikotok, Kelapa Nunggal, Cidolog, Cisaat, Simpenan, Kota Sukabumi, dan Nagrak mendeteksi guncangan dalam skala III MMI, sementara area Bayah, Panggarangan, Cimahi, Banjaran, dan Lembang merasakan skala II-III MMI. BMKG juga mencatat dampak guncangan meluas hingga ke Cianjur, Bandung, dan Bogor.
Kondisi di wilayah tetangga terpantau aman dan kondusif meskipun berada dalam satu garis pantai selatan yang sama. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut segera melakukan pemantauan intensif di sepanjang pesisir pantai selatan Garut pasca-insiden tektonik tersebut.
"Monitoring wilayah Garut tidak terasa," kata Abud Abdullah, Sekretaris BPBD Kabupaten Garut.
Pihak berwenang memastikan bahwa pergerakan lempeng dangkal ini tidak memicu gelombang laut yang berbahaya bagi warga pesisir. BMKG juga terus memperbarui pasokan informasi darurat kepada instansi terkait.
"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," kata Abud Abdullah.
Hingga saat ini, baik BMKG maupun BPBD setempat belum menerima adanya laporan kerusakan infrastruktur bangunan ataupun korban jiwa dari lapangan.