Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Mindanao Filipina Terasa di Sangihe

Share

Aktivitas subduksi di Cotabato Trench memicu gempa bumi tektonik bermagnitudo 5,3 di wilayah Mindanao, Filipina, pada Jumat, 14 Agustus 2026 pukul 08.14 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi guncangan dangkal ini tidak memicu potensi gelombang tsunami.

Hasil analisis pemutakhiran BMKG menunjukkan episenter gempa berada di laut pada koordinat 5,46 Lintang Utara dan 125,29 Bujur Timur. Pusat getaran berada pada kedalaman 32 kilometer dan berjarak sekitar 206 kilometer barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe.

Guncangan berkedalaman dangkal dengan mekanisme pergerakan sesar naik ini terasa hingga ke wilayah Indonesia. Intensitas getaran terdeteksi mencapai skala IV MMI di Kepulauan Marore serta skala III MMI di wilayah Kendahe.

"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," kata Wijayanto, Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG dalam keterangan resmi yang diterima RRI.

Hasil pemantauan petugas hingga beberapa waktu setelah peristiwa menunjukkan kondisi yang relatif terkendali tanpa guncangan susulan.

"Hingga pukul 08.30 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock)," kata Wijayanto.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, menghindari bangunan yang retak atau rusak, serta selalu memverifikasi informasi melalui saluran resmi BMKG. Peristiwa ini terjadi sehari setelah BMKG mencatat gempa magnitudo 5,8 di kedalaman 10 kilometer berjarak 306 kilometer Barat Laut Melonguane, Sulawesi Utara, pada Kamis, 13 Agustus 2026 pukul 16.22 WIB.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: BMKG gempa bumi mindanao sangihe
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author