Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Pangandaran

Share

Wilayah selatan Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,6 pada Kamis (21/5/2026) pukul 04.04 WIB akibat aktivitas di dekat zona pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia.

Badan Meteorologi, Climatologi, dan Geofisika mencatat pusat gempa berada di laut pada kedalaman 23 kilometer dengan koordinat 8.34 Lintang Selatan dan 108.25 Bujur Timur, atau berjarak sekitar 76 kilometer arah selatan Pangandaran.

Guncangan tersebut dilaporkan terasa hingga wilayah Tasikmalaya, Garut, dan Ciamis dengan skala intensitas II sampai III MMI, namun dipastikan tidak berpotensi memicu bencana tsunami.

Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pangandaran segera melakukan pemantauan di sepanjang kawasan pesisir pantai untuk memastikan kondisi masyarakat tetap aman setelah terjadinya guncangan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran, Dodo Kusnadi menjelaskan bahwa aktivitas warga dan pedagang di sekitar area wisata pantai terpantau normal tanpa adanya gangguan kepanikan yang meluas.

"Sampai saat ini belum ada laporan akibat dari gempa. Jika ada dampak gempa bisa segera hubungi Pusdalops Kabupaten Pangandaran," kata Dodo Kusnadi, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran.

Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana Kabupaten Pangandaran menyiagakan petugas guna mengantisipasi laporan kedaruratan serta terus menggencarkan program edukasi mitigasi struktural bagi penduduk di zona rawan.

Dilansir dari website resmi BMKG, instansi tersebut mengonfirmasi bahwa dalam kurun waktu satu pekan terakhir telah terjadi sebanyak 17 kali aktivitas gempa bumi yang signifikan dan dirasakan oleh masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

"Pusat gempa berada di laut 76 km selatan Pangandaran dan gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat." tulis BMKG melalui website resminya.

Sebelumnya, aktivitas tektonik juga melanda wilayah Jawa Barat lainnya ketika gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,5 mengguncang Kabupaten Sukabumi pada Minggu (17/5/2026) pukul 22.15 WIB.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Teguh Rahayu memaparkan bahwa episenter gempa Sukabumi tersebut terletak pada koordinat 7,53 derajat Lintang Selatan dan 106,72 derajat Bujur Timur dengan kedalaman 28 kilometer.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif bawah laut," kata Teguh Rahayu, Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung.

Hingga saat ini, BMKG menyatakan tidak ada aktivitas seismik susulan yang terdeteksi di Sukabumi, dan masyarakat diimbau untuk selalu menerapkan prinsip keselamatan mitigasi bencana guna meminimalkan risiko dampak kerusakan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author