Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Kumamoto Jepang dan Picu Kerusakan Bangunan

Share

Gempa bumi dangkal berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto di Pulau Kyushu, Jepang, pada Selasa (28/7/2026) sore waktu setempat. Bencana tektonik ini memicu kerusakan parah pada infrastruktur publik, merubuhkan bangunan komersial, serta menyebabkan puluhan ribu rumah mengalami pemadaman listrik total.

Pusat gempa tercatat berpusat di darat pada kedalaman 10 kilometer akibat aktivitas Sesar Hinagu. Guncangan kuat hingga skala intensitas seismik Shindo 7 memicu runtuhnya lantai dua pusat perbelanjaan Aeon Mall di Kashima, hingga menyebabkan sejumlah orang terjebak dan memicu ledakan di area tersebut.

Otoritas pemadam kebakaran dan kepolisian setempat terus berupaya melakukan evakuasi di lokasi kejadian. Selain itu, guncangan gempa dilaporkan merusak jaringan jalan tol Kyushu Expressway, merubuhkan sebagian dinding batu Benteng Kumamoto yang bersejarah, serta menghentikan operasional kereta cepat Shinkansen di seluruh koridor Kyushu.

Perusahaan listrik Kyushu Electric Power melaporkan sekitar 48.000 rumah tangga sempat mengalami pemadaman aliran listrik. Sementara itu, perusahaan pembuat chip TSMC beserta produsen elektronik Sony dan Fujifilm langsung menghentikan operasional serta mengevakuasi seluruh karyawan dari fasilitas pabrik mereka di wilayah terdampak.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengonfirmasi bahwa hingga saat ini belum ada laporan mengenai Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam peristiwa gempa guncangan kuat di Pulau Kyushu tersebut.

"Sejauh ini, belum terdapat laporan terkait WNI yang terdampak gempa di kedua wilayah tersebut. Seluruhnya dilaporkan dalam kondisi aman," ucap Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI Heni Hamidah, Selasa (28/7/2026).

Pemerintah Indonesia melalui KBRI Tokyo terus berkoordinasi dengan otoritas lokal dan simpul komunitas WNI untuk memastikan keselamatan warga serta mengimbau agar tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.

"Gempa juga dilaporkan mengakibatkan sejumlah kerusakan pada fasilitas dan rumah warga," katanya.

Pihak Badan Meteorologi Jepang (JMA) memprediksi aktivitas gempa susulan masih berpotensi terjadi selama sepekan ke depan dan mengimbau warga di sekitar area terdampak untuk tetap waspada terhadap risiko tanah longsor.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author