Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Laut Timur Laut Kepulauan Sangihe
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,7 mengguncang wilayah laut sekitar 174 kilometer Timur Laut Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada Jumat, 14 Agustus 2026 pukul 01.39 WIB, menurut BMKG.
Gempa yang terjadi di koordinat 5,19 LU dan 125,55 BT tersebut memiliki kedalaman hiposenter sekitar 33 kilometer dan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
BMKG menyatakan bahwa gempa ini merupakan gempa tektonik dangkal akibat aktivitas subduksi di Cotabato Trench dengan mekanisme sesar geser naik (oblique thrust fault).
"Gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," ujar BMKG dalam rilis resminya.
Berdasarkan peta guncangan, getaran gempa terasa dengan intensitas IV MMI di Kepulauan Marore, Kepulauan Sangihe, dan III MMI di Kendahe, Kepulauan Sangihe serta Miangas, Kepulauan Talaud.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, serta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.
"Hingga pukul 02.05 WIB, belum terdeteksi aktivitas gempa susulan," kata BMKG.
Selain itu, pada Jumat pagi pukul 08.14 WIB, terjadi gempa bumi magnitudo 5,3 di lokasi sekitar 195 kilometer Barat Laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, dengan kedalaman 10 kilometer, yang juga dipastikan tidak berpotensi tsunami.
"Gempa yang terjadi tidak berpotensi tsunami," kata BMKG.
Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat kedua gempa tersebut.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh informasi yang belum diverifikasi dan selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG dan instansi terkait.
Dalam sepekan terakhir, BMKG mencatat sebanyak 13 kali aktivitas gempa signifikan di wilayah Indonesia, dengan gempa magnitudo 5,7 pada tanggal 14 Agustus ini sebagai yang terbesar selama periode tersebut.