Gempa M 7,1 di Kumamoto Sebabkan 34 Orang Tewas dan Ribuan Mengungsi
Petugas penyelamat di Kumamoto terus mencari korban selamat dari reruntuhan pusat perbelanjaan yang ambruk akibat gempa bumi magnitudo 7,1 pada Selasa (28/7) lalu, dilansir dari Detikcom.
Jumlah korban tewas akibat gempa ini bertambah menjadi 34 orang, dengan tujuh jenazah ditemukan di mal Aeon yang runtuh setelah ledakan gas menyusul gempa tersebut.
Delapan korban tewas lainnya berasal dari pabrik Nippon Paper Industries di kota Yatsushiro, sementara lima orang masih dalam kondisi kritis. Sekitar 9.500 warga mengungsi ke pusat evakuasi di wilayah pulau Kyushu.
Gempa ini menyebabkan kerusakan luas, seperti meratakan rumah-rumah, merusak jembatan, memicu kebakaran, serta memutuskan listrik dan air bagi puluhan ribu penduduk di tengah cuaca panas hingga 38 derajat Celcius.
Hingga Kamis (30/7), sekitar 13.520 rumah tangga masih mengalami pemadaman listrik.
Jepang merupakan salah satu negara paling aktif secara seismik di dunia karena terletak di atas empat lempeng tektonik utama di sepanjang "Cincin Api" Pasifik.
Kumamoto sendiri pernah dilanda dua gempa dahsyat pada 2016 yang menewaskan 273 orang dan melukai lebih dari 2.800 orang.
Selain itu, Jepang pernah mengalami gempa bawah laut magnitudo 9,0 pada 2011 yang memicu tsunami besar dan menyebabkan sekitar 18.500 orang hilang.