Gempa Kembar Venezuela Tewaskan 1430 Orang dan Picu Evakuasi Korban
Dua gempa bumi kembar berkekuatan Magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang wilayah pesisir Karibia, Venezuela pada Rabu (24/6/2026), hingga menyebabkan 1.430 orang meninggal dunia serta meruntuhkan berbagai fasilitas infrastruktur utama.
Jumlah korban jiwa dan skala kerusakan masif tersebut memicu kedatangan bantuan internasional berupa 2.741 petugas penyelamat dari 24 negara, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Skala kerusakan meliputi runtuhnya banyak bangunan serta hancurnya bandara utama Venezuela, yang kemudian diikuti rasa frustrasi warga di wilayah terdampak parah seperti La Guaria akibat minimnya alat berat.
Operasi kemanusiaan internasional kini berjalan di bawah koordinasi pemerintah setempat demi mempercepat proses evakuasi dan penanganan darurat di lapangan.
"Beberapa menit yang lalu seorang bocah berusia 11 tahun diselamatkan hidup-hidup di Caraballeda. Saat ini, setiap nyawa adalah sumber harapan bagi Venezuela," kata Delcy Rodriguez, Presiden Sementara Venezuela.
Penyelamatan bocah tersebut menjadi bagian dari rangkaian evakuasi dramatis yang berhasil dilakukan oleh tim penyelamat gabungan setelah korban terjebak selama tiga hari di bawah puing-puing bangunan.
"Antonio! Antonio, selamat datang!" teriak warga sekitar saat evakuasi berlangsung.
Pria bernama Antonio tersebut menjadi korban kedua yang berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup oleh tim Unit Darurat Militer (UME) Spanyol pada hari Sabtu setelah tertimbun reruntuhan di La Guaira.
"Anggota UME (Unit Darurat Militer) @UMEgob, bekerja sama dengan tim penyelamat lainnya, telah berhasil mengakses dan menyelamatkan korban kedua yang terjebak, setelah beberapa jam melakukan pekerjaan pembersihan dan stabilisasi intensif di area yang terdampak," tulis pernyataan resmi Unit Darurat Militer Spanyol.