Gempa Kembar Guncang Venezuela Akibatkan Sejumlah Gedung Roboh
Dua gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo (M) 7,2 dan M 7,5 mengguncang wilayah Venezuela pada Rabu (24/6) sore waktu setempat hingga menyebabkan sejumlah bangunan roboh serta kepanikan massal di ibu kota Caracas.
Guncangan kuat tersebut terjadi dalam selisih waktu yang sangat singkat, yakni hanya 39 detik, berdasarkan catatan dari badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) yang dilansir dari Detikcom. USGS menyatakan bahwa gempa bermagnitudo 7,5 ini menjadi aktivitas seismik terbesar yang pernah melanda negara tersebut atau di lepas pantainya sejak tahun 1900.
Pusat gempa pertama dilaporkan berada di area yang berjarak 21 kilometer di sebelah barat kota pesisir Moron, atau sekitar 160 kilometer dari Caracas. Sementara itu, titik pusat gempa kedua berjarak sekitar 45 kilometer dari lokasi patahan pertama.
Bencana ini terjadi bertepatan dengan hari libur nasional peringatan kemenangan militer tahun 1821, sehingga mayoritas warga sedang berada di dalam kediaman masing-masing saat struktur bangunan mulai bergetar hebat.
Kepanikan hebat melanda wilayah Caracas bagian barat saat gempa terjadi, memicu evakuasi mandiri oleh warga yang berada di area permukiman padat.
"Begitu gempa mulai terasa, kami mendengar orang-orang berteriak. Semua orang berlarian menuruni tangga," tutur Astrid Ramirez, seorang warga Venezuela berusia 41 tahun yang tinggal di Caracas bagian barat.
Guncangan ini juga dirasakan secara masif oleh penduduk di kawasan timur Caracas, yang melaporkan adanya kerusakan minor pada perabotan rumah tangga akibat besarnya kekuatan seismik.
"Terdengar suara dentuman yang sangat keras. Barang-barang di dalam rumah berjatuhan, termasuk wadah-wadah di dalam kulkas. Saya belum pernah mengalami kejadian seperti ini sebelumnya," kata Coro Martinez, warga berusia 56 tahun yang tinggal di Caracas bagian timur.
Dampak traumatis juga dirasakan oleh kelompok lanjut usia yang membandingkan peristiwa ini dengan sejarah gempa bumi mematikan yang pernah melanda kota tersebut puluhan tahun silam.
"Gempa bumi ini sangat mengerikan, bahkan lebih buruk daripada gempa bumi tahun 1967," sebut Maria Romero, seorang pensiunan berusia 80 tahun yang tinggal di Caracas bagian selatan.
Sebelum kerusakan parah terjadi, beberapa warga sempat menerima notifikasi darurat melalui gawai mereka sesaat sebelum gelombang seismik utama tiba di lokasi mereka.
"Saat saya mengambil ponsel dan mulai mendengarkan pesan peringatan itu, awalnya saya merasakan guncangan ringan. Lalu, dalam waktu kurang dari dua detik, segalanya mulai berguncang hebat," ucap seorang warga Venezuela lainnya, yang berusia 41 tahun dan tidak ingin disebut namanya.
Otoritas setempat dibantu tim penyelamat kini tengah melakukan penyisiran di lokasi-lokasi reruntuhan gedung, sementara data resmi mengenai jumlah korban jiwa, luka-luka, maupun total kerugian material masih dalam proses pendataan oleh pemerintah Venezuela.