Gempa Flores Merusak 253 Sekolah di Tujuh Kabupaten NTT
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mendata sebanyak 253 satuan pendidikan mengalami kerusakan akibat guncangan Gempa Flores bermagnitudo 7,7 pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Bencana tersebut berdampak pada infrastruktur sekolah yang tersebar di tujuh kabupaten Nusa Tenggara Timur, seperti dilansir dari Detikcom.
Sebanyak 199 sekolah yang terdampak merupakan fasilitas jenjang PAUD/TK, SD, SMP, dan SKB di bawah wewenang kabupaten. Sementara itu, 54 sekolah sisanya merupakan jenjang SMA/SMK/SLB yang berada dalam kewenangan pemerintah provinsi.
Kerusakan fisik terparah tercatat berada di Kabupaten Manggarai dengan total 104 sekolah dari berbagai jenjang pendidikan. Wilayah terdampak lainnya meliputi Manggarai Timur sebanyak 52 sekolah, Nagekeo 44 sekolah, Ende 39 sekolah, Ngada 35 sekolah, Sikka 27 sekolah, dan Manggarai Barat 23 sekolah.
Di Manggarai Timur, ruang kelas baru hasil program Revitalisasi 2026 di SDN Wae Wulan dan SDI Lengko Randang turut mengalami kerusakan kembali. Bencana ini juga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa yang terdiri dari dua orang murid dan satu orang guru.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menyampaikan duka cita mendalam dan mengonfirmasi koordinasi dengan Gubernur NTT untuk memastikan validasi data bantuan.
"Keselamatan warga sekolah menjadi prioritas, dan proses pemulihan pendidikan akan kami kawal bersama pemerintah daerah hingga pembelajaran kembali berlangsung dengan aman dan nyaman," tutur Abdul Mu'ti.
Pemerintah menyiapkan 50 tenda Ruang Kelas Darurat yang dikirim melalui dua jalur logistik ekspedisi laut dari Surabaya. Klaster pertama membawa 30 tenda, 1.000 paket family kit, 200 paket school kit umum, serta 2.000 paket school kit SMA/SMK menuju Pelabuhan Labuan Bajo untuk wilayah Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat menggunakan KM Dharma Rucitra 7.
Klaster kedua mengirimkan 20 tenda Sekolah Darurat menggunakan KM Dharma Rucitra 8 menuju Pelabuhan Ende untuk melayani wilayah Ende, Ngada, Sikka, dan Nagekeo. Seluruh pendistribusian logistik dan pemasangan tenda dikawal langsung oleh Tim Satuan Pendidikan Aman Bencana.
Selama proses pemulihan, kegiatan belajar mengajar di ruang kelas yang rusak dihentikan sementara dan dipindahkan ke lokasi aman atau tenda darurat. Kementerian juga menggandeng Himpunan Psikologi Indonesia untuk memberikan layanan dukungan psikososial serta menyediakan jaringan Starlink bagi kawasan yang mengalami gangguan komunikasi.