Gelombang Panas Ekstrem Lumpuhkan Layanan Trem di Leipzig Jerman
Gelombang panas ekstrem melumpuhkan jaringan transportasi trem di Kota Leipzig, Jerman, akibat kerusakan pada struktur rel dan sistem persimpangan. Penghentian total operasional moda transportasi utama ini berlangsung hingga Senin pukul 03.30 waktu setempat setelah suhu udara melonjak drastis.
Dilansir dari Detik Travel, Otoritas Transportasi Leipzig (LVB) awalnya hanya menangguhkan layanan operasional sampai Sabtu malam. Kendati demikian, keputusan tersebut akhirnya diperpanjang oleh pihak otoritas karena kondisi suhu tinggi yang tidak kunjung membaik di wilayah tersebut.
Pihak LVB menjelaskan bahwa suhu tinggi di kota bagian timur Jerman itu menyebabkan material perekat pada sambungan aspal serta beton di jalur rel meleleh. Kerusakan ini memicu akumulasi gumpalan material di berbagai titik jaringan rel sehingga membahayakan keselamatan perjalanan.
Laporan dari Euro News turut mengonfirmasi bahwa aspal meleleh tepat di atas rel trem di Leipzig, yang membuat operasional armada menjadi tidak aman. Seluruh jalur trem di kota yang terletak di negara bagian Saxony tersebut terdampak langsung oleh kebijakan penghentian layanan.
Suhu udara di wilayah Bradenburg bagian timur bahkan tercatat menyentuh angka 41,7 derajat Celsius pada Minggu sore sekitar pukul 16.00 waktu setempat, berdasarkan data AFP. Data yang dihimpun oleh stasiun pemantau di Coschen dekat perbatasan Polandia ini menjadi rekor terbaru suhu tertinggi sepanjang masa di Jerman.
Guna mengatasi kelumpuhan ini, warga lokal diimbau memanfaatkan layanan bus yang dioperasikan LVB yang tetap berjalan sesuai jadwal, meskipun memiliki kapasitas lebih kecil dan waktu tempuh lebih lambat. Jaringan S-Bahn Mitteldeutschland, sepeda, serta berjalan kaki menjadi alternatif mobilitas lain bagi masyarakat kota padat tersebut saat armada trem mulai beroperasi kembali walau belum sepenuhnya pulih.