Gelombang Panas Ekstrem Landa Prancis, Angka Kematian Melonjak Hingga 30 Persen
Lonjakan angka kematian hingga 30 persen terjadi di Prancis akibat hantaman gelombang panas ekstrem yang melanda negara tersebut. Dikutip dari Detikcom melalui laporan AFP pada Jumat (3/7/2026), wilayah Paris mencatatkan kenaikan jumlah kematian yang jauh lebih tinggi, yakni mencapai sekitar 62 persen pada periode yang sama berdasarkan data Public Health France. Faktor aktivitas manusia dinilai para ilmuwan menjadi penyebab nyata di balik tingginya intensitas cuaca panas yang melanda kawasan Eropa pada akhir Juni ini.
Layanan cuaca Meteo-France mencatat periode Juni lalu sebagai momen dengan suhu terpanas di Prancis sejak tahun 1947.
Fenomena yang berlangsung dari tanggal 17 hingga 30 Juni ini mengakibatkan suhu udara melonjak di atas 40 derajat Celsius pada lebih dari 40 persen wilayah negara. Dampak dari situasi ini memicu tekanan politik bagi pemerintahan Perdana Menteri Sebastien Lecornu yang harus menghadapi mosi tidak percaya di parlemen.
Pemerintah setempat dinilai kurang siap dalam mengantisipasi suhu ekstrem yang sempat memaksa penutupan sejumlah sekolah dan pembatalan perjalanan kereta api. Kondisi tempat tinggal juga memperparah keadaan karena setidaknya satu dari tiga rumah warga memiliki sistem isolasi yang buruk untuk menghalau panas.
Warga yang tidak memiliki penutup jendela terpaksa menggunakan selimut darurat atau cat berbasis kapur demi menurunkan suhu panas di dalam rumah mereka. Otoritas kesehatan Prancis mengonfirmasi adanya penambahan fatalitas dalam skala besar selama periode puncak suhu tinggi tersebut. "Peningkatan sebesar 29,1 persen, yang setara dengan 2.025 kematian tambahan" sejak 22 Juni-saat suhu mencapai puncaknya-dibandingkan dengan pekan sebelumnya.
Public Health France mengidentifikasi lonjakan fatalitas yang kentara pada kelompok penduduk usia 45 hingga 64 tahun.
Meskipun demikian, badan kesehatan masyarakat tersebut menambahkan bahwa kelompok usia 65 tahun ke atas tetap mendominasi porsi terbesar dari total angka kematian yang tercatat.