GCP Desak Evaluasi Tim Penyusun Pidato Kenegaraan Presiden
Gerakan Cinta Prabowo (GCP) mendesak pemerintah mengusut tuntas tim penyusun naskah pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto setelah muncul kekeliruan data nominal upah pengupas bawang pada Selasa (18/8/2026).
Sorotan publik mencuat menyusul pidato Presiden dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR dan DPD RI pada Jumat (14/8/2026), yang menyebutkan angka penghasilan pengupas bawang mencapai Rp700 ribu per kilogram.
Ketua Umum GCP H. Kurniawan menilai klaim nominal tersebut sama sekali tidak masuk akal untuk ukuran jasa pengupasan bawang, sehingga memerlukan penjelasan terbuka karena disampaikan pada forum resmi negara.
Kurniawan mempertanyakan mekanisme kontrol serta proses penyusunan naskah hingga informasi yang tidak akurat itu lolos dibacakan oleh Kepala Negara.
"Ini perkara serius. Sebab ini merupakan pidato kenegaraan. Pertanyaannya, siapa yang membuat pidato?
Kenapa protokoler lalai? Apa maksud mereka? Siapa yang bertanggung jawab?" ujar Kurniawan, Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo (GCP).
Ia menduga terdapat kelalaian atau penanganan yang kurang cermat di lingkaran internal kepresidenan dalam memvalidasi data sebelum dokumen dibacakan.
Lebih lanjut, Kurniawan mencurigai adanya unsur kesengajaan dari pihak tertentu untuk merusak citra Presiden di mata masyarakat luas melalui kekeliruan informasi tersebut.
"Lingkaran Presiden tidak bersih dan steril, ini tujuannya apa. Ini jebakan Batman. Saat ini orang-orang terdekat ini diduga mau menjatuhkan Prabowo," katanya.
Atas kekeliruan data tersebut, GCP mendorong Presiden Prabowo untuk segera mengevaluasi kinerja tim penyusun naskah pidato serta menindak pihak-pihak yang dinilai memiliki kepentingan terselubung.