Garda Revolusi Iran Tembak Jatuh Drone Pengintai Amerika Serikat
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menembak jatuh drone pengintai MQ-9 Reaper milik Amerika Serikat yang terdeteksi memasuki wilayah udara Iran pada Selasa (26/5/2026), dilansir dari Detikcom.
Pasukan pertahanan udara Iran juga melepaskan tembakan ke arah sebuah pesawat militer Amerika Serikat dalam operasi pengamanan wilayah udara tersebut.
"Unit pertahanan udara Korps Garda Revolusi Islam… mengidentifikasi dan menembak jatuh sebuah drone MQ-9," kata IRGC dalam pernyataannya via situs web Sepah News.
Pihak militer menjelaskan bahwa drone buatan Amerika Serikat tersebut merupakan pesawat tak berawak bersenjata yang digunakan Angkatan Udara AS dan Pentagon sebagai pemburu utama untuk pengumpulan intelijen.
Ketegangan ini memicu respons dari Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, yang menegaskan situasi di Selat Hormuz harus segera diatasi pascaserangan baru tersebut.
"Selat itu harus dibuka. Selat itu akan dibuka dengan cara apa pun, jadi selat itu harus dibuka," kata Rubio kepada wartawan di sela-sela kunjungannya ke India.
Kondisi di kawasan tersebut dinilai telah melanggar hukum internasional dan mengancam kesepakatan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.
"Apa yang terjadi di sana melanggar hukum, ilegal, tidak berkelanjutan bagi dunia, tidak dapat diterima," imbuh Rubio.
Di sisi lain, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, menegaskan bahwa negara-negara di kawasan Timur Tengah tidak akan lagi menjadi tameng bagi kepentingan militer Amerika Serikat.
"Yang pasti dalam hal ini adalah bahwa waktu tidak akan berputar mundur, dan bangsa-bangsa serta wilayah-wilayah di kawasan itu tidak akan lagi berfungsi sebagai perisai bagi pangkalan Amerika," kata Khamenei dalam pesan tertulis yang disiarkan televisi pemerintah Iran.
Khamenei menambahkan bahwa posisi Amerika Serikat kini semakin menjauh dari pengaruh sebelumnya dan tidak lagi memiliki tempat yang aman untuk agresi militer.
Sementara itu, media Middle East Eye melaporkan adanya upaya aktif dari Amerika Serikat dan Israel untuk mencabut hak perwalian historis Yordania atas kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem.
Rencana pengaturan baru yang menyelaraskan pengelolaan situs suci Islam dengan kepentingan Israel tersebut dilaporkan mendapat dukungan dari Jared Kushner dan Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee.
Selain ketegangan politik, publik di Bangladesh juga sedang dihebohkan oleh kehadiran seekor kerbau albino langka berbobot hampir 700 kilogram yang dijuluki "Donald Trump" karena memiliki rambut pirang unik di dahinya menjelang hari raya Idul Adha di distrik Narayanganj.