Gamer Tolak Rencana Sony Hentikan Produksi Game Fisik PlayStation
Komunitas pencinta permainan video dikejutkan oleh pengumuman dari Sony mengenai rencana penghentian produksi game fisik mulai tahun 2028. Kebijakan strategis ini memicu dampak luas bagi ekosistem industri, mulai dari pemain, pemilik toko retail, hingga pengembang dan penerbit game.
Gelombang penolakan langsung muncul dari kalangan komunitas setelah kabar tersebut beredar secara luas. Dilansir dari Gamebrott, mayoritas pemain menilai keberadaan media cakram padat atau kaset masih sangat krusial bagi ekosistem konsol saat ini.
Sebuah jajak pendapat yang dihimpun oleh Digital Foundry secara khusus menyoroti respon komunitas global terhadap langkah Sony yang dinilai bakal mematikan format fisik PlayStation.
Hasil survei yang melibatkan lebih dari 60 ribu responden menunjukkan bahwa sekitar 86 persen gamer menegaskan game fisik tetap menjadi media penting. Sebaliknya, hanya 14 persen responden yang memandang format digital sebagai masa depan media video game.
Kolom komentar dalam jajak pendapat tersebut dipenuhi oleh ungkapan kekecewaan mendalam, terutama dari para pengguna setia konsol PlayStation. Sebagian besar mengeluhkan hilangnya budaya mengoleksi kaset game favorit yang selama ini juga berfungsi sebagai aset yang dapat dijual kembali.
Sejumlah kritik tajam juga dilayangkan oleh para penggemar di media sosial sebagai bentuk keluh kesah atas kebijakan baru pabrikan asal Jepang tersebut.
"era PlayStation telah runtuh"
"PS5 menjadi konsol Sony terakhirku"
"kalian telah menjadi Villain yang dulu pernah kamu sindir"
Kalimat kritik terakhir merujuk pada video sindiran yang pernah dirilis Sony pada tahun 2013 mengenai mekanisme berbagi game fisik pada konsol PlayStation 4.