Gamer Kritik Game 007 First Light Karena Dinilai Terlalu Woke

Share

Agen MI6 legendaris ciptaan Ian Fleming kembali ke dunia game melalui peluncuran 007 First Light. Kehadiran game ini menandai kembalinya James Bond ke industri game setelah absen selama lebih dari satu dekade.

Dilansir dari Gamebrott, game tersebut dikembangkan oleh IO Interactive, studio yang terkenal lewat seri Hitman. 007 First Light tidak mengadaptasi cerita dari novel atau film yang sudah ada, melainkan menyajikan kisah orisinal Bond versi muda sebelum mendapatkan gelar agen rahasia.

Namun, keputusan kreatif ini ternyata memicu kritik dari sebagian kecil gamer yang menganggap permainan tersebut terlalu 'woke'. Kritik muncul setelah sebuah video memperlihatkan menit-menit awal campaign game.

Dalam video tersebut, Bond yang baru selamat dari kecelakaan helikopter menerima perintah langsung dari kepala MI6, M. Sorotan negatif muncul karena James Bond digambarkan patuh pada atasan perempuan.

Padahal, sosok M sudah sering diperankan oleh aktris dalam sejarah filmnya. Judi Dench tercatat memerankan M sebanyak tujuh kali, mulai dari debut Pierce Brosnan di GoldenEye hingga film ketiga Daniel Craig, Skyfall.

Selain M, game ini juga menghadirkan Miss Moneypenny yang diperankan oleh Kiera Lester dan Q yang dimainkan oleh aktor Skotlandia, Alastair Mackenzie. Karakter James Bond sendiri diperankan oleh Patrick Gibson yang sebelumnya dikenal lewat serial TV Dexter: Original Sin.

Meskipun menuai kritik dari sebagian kecil pemain, 007 First Light tetap mendapatkan banyak pujian menjelang perilisannya. Para kritikus memuji kualitas penulisan cerita yang kuat serta sistem combat jarak dekat yang luar biasa.

Antusiasme besar dari para pemain ini memberikan angin segar bagi tim pengembang. CEO IO Interactive, Hakan Abrak, menyatakan ketertarikannya untuk membuat sekuel dengan catatan penjualan First Light berjalan sesuai harapan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author