15 Gajah Mati Keracunan Pestisida Tomat di Taman Nasional Kenya

Share

Layanan Margasatwa Kenya menyelidiki kematian 15 gajah dalam sebulan di Taman Nasional Amboseli dekat perbatasan Tanzania pada Kamis (30/7/2026). Dilansir dari Detikcom, satwa berbelalai tersebut diduga kuat tewas akibat mengonsumsi tomat yang terkontaminasi bahan kimia berbahaya.

Penyelidikan awal menunjukkan bahwa bangkai hewan-hewan tersebut menelan zat beracun mematikan yang merusak organ dalam. Dugaan sementara mengarah pada sisa tomat berpestisida tinggi dari perkebunan warga sekitar kawasan konservasi.

"Zat beracun… yang sangat mematikan, sangat berbahaya," kata juru bicara Layanan Margasatwa Kenya, Duncan Juma Wanyama.

Efek dari paparan senyawa berbahaya tersebut berdampak fatal secara langsung pada sistem pernapasan dan organ vital satwa.

"Dan setiap kali gajah mengonsumsinya, itu memengaruhi paru-paru dan hati mereka," lanjut Wanyama.

Kawanan gajah diduga tergiur oleh tanaman mentah di lahan pertanian terdekat sebelum menelan buah beracun tersebut.

"Penyelidik menduga gajah-gajah tersebut memakan tomat yang terkontaminasi dengan 'pestisida yang sangat kuat,'" kata Wanyama.

Satu bangkai gajah ditemukan langsung di area perkebunan tomat, sementara beberapa lainnya sempat merayap mencari air sebelum akhirnya mati meski sudah mendapatkan penanganan medis dari dokter hewan.

Gejala kelumpuhan parsial hingga tidak mampu berdiri dialami oleh sembilan gajah betina beserta anak-anaknya dan seekor gajah jantan dewasa. Sementara itu, lima bangkai gajah lainnya tidak dapat diperiksa penyebab pasti kematiannya karena kondisi tubuh yang sudah membusuk serta terurai oleh hewan pemakan bangkai. Petugas kini memperluas pemeriksaan terhadap penggunaan obat kimia oleh para petani di sekitar kawasan Taman Nasional Amboseli.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author