Dua Gajah Liar Masuk Pasar Jukung OKI Terekam Kamera

Share

Kemunculan dua ekor gajah liar mengejutkan warga setelah terekam masuk ke kawasan pasar di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Rekaman video peristiwa tersebut sempat viral di media sosial, menunjukkan sepasang mamalia besar berjenis kelamin jantan melintasi area pertokoan yang sepi.

Peristiwa unik ini terjadi di Pasar Jukung, Kecamatan Sungai Baung, Kabupaten OKI pada Selasa (19/5) malam. Beruntung, kondisi pasar saat kejadian sedang kosong sehingga tidak ada korban jiwa atau kerusakan yang dilaporkan akibat insiden tersebut.

Pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan segera memberikan penjelasan terkait kemunculan satwa dilindungi tersebut, seperti dilansir dari Detik Travel. Satwa bertubuh besar itu diketahui hanya melintas untuk mencari makanan.

Kepala Seksi Wilayah I BKSDA Sumsel, Kemarun Zaman membenarkan adanya peristiwa tersebut dan menyatakan bahwa kedua gajah kini telah meninggalkan area pemukiman.

"Benar itu dua ekor gajah liar melintas di pasar dan dia sudah kembali ke habitatnya. Dua ekor gajah itu hanya melintas saja dan tidak mengganggu," kata Zaman saat dikonfirmasi, Kamis (21/5).

Zaman menerangkan bahwa satwa yang viral tersebut merupakan bagian dari kelompok gajah liar yang mendiami kawasan air Sugihan atau ruang lingkup Padang Sugihan. Wilayah tersebut memang menjadi habitat asli dari kawanan gajah di sana.

Berdasarkan hasil analisis rekaman video, kedua gajah jantan itu murni hanya lewat di Pasar Jukung pada malam hari. Pihak otoritas terkait juga terus melakukan pemantauan intensif di sekitar lokasi perbatasan hutan dan pemukiman warga.

"Kita ada posko namanya Pagar Rapat. Posko tersebut terdiri dari empat orang BKSDA dan satu warga. Para anggota di posko inilah yang memantau masuknya gajah apalagi jika ada konflik. Untungnya pada saat itu dua ekor gajah hanya melintas dan tidak mengganggu sehingga kami tidak menurunkan tim," ujarnya.

Menurut penjelasan Zaman, area Pasar Jukung sebenarnya berlokasi di jalur perlintasan alami gajah. Terdapat kemungkinan bahwa kawanan hewan ini pernah melewati jalur yang sama sekitar 5 hingga 7 tahun lalu, sehingga mereka kembali menyusuri rute tersebut.

Faktor lain yang diduga menjadi pemicu adalah kerusakan lingkungan. Kedua gajah tersebut kemungkinan sedang mencari rute alternatif untuk kembali menuju habitatnya karena jalur yang biasa mereka lalui mengalami kerusakan.

Pihak BKSDA mengimbau masyarakat sekitar agar tidak panik karena situasi saat ini sudah aman terkendali.

"Warga tidak perlu khawatir gajah-gajah tersebut sudah pulang ke habitatnya. Jika melintas lagi atau ada konflik tim kita ada di Posko Pagar Rapat yang sudah ditandangi SK-nya olah Camat," ujarnya.

Zaman menambahkan, selama satu tahun dirinya mengemban tugas di wilayah Sumatera Selatan, kejadian satwa besar yang melintasi area pasar berpenduduk baru pertama kali ini ia terima laporan resminya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author