Frisian Flag Gelar Kampanye Temani Langkahmu Kini dan Nanti di Surabaya

Share

Menciptakan kenangan indah bersama anak perlu dibangun sejak usia dini melalui kehadiran orang tua secara fisik dan emosional. Langkah tersebut penting dilakukan guna mendukung setiap momen tumbuh kembang buah hati secara optimal.

Anak-anak membutuhkan lingkungan yang positif dan dukungan emosional yang baik di samping pemenuhan nutrisi tepat. Kebersamaan dalam bermain dan belajar akan tersimpan menjadi memori manis yang membekas dalam ingatan mereka.

Dilansir dari HaiBunda, Frisian Flag Indonesia mewujudkan kepedulian terhadap tumbuh kembang anak lewat kampanye terbaru berjudul 'Temani Langkahmu, Kini dan Nanti'. Program ini bertujuan mengajak para orang tua menciptakan momen kebersamaan yang bermakna.

Setelah sukses dilaksanakan di Jakarta, rangkaian acara ini menyapa masyarakat Surabaya di Atrium Mall Tunjungan Plaza 6. Kegiatan edukatif tersebut berlangsung selama tiga hari pada 19-21 Juni 2026.

Frisian Flag Indonesia mengadakan talkshow interaktif bertema 'Ciptakan Memori Menyenangkan dengan Nutrisi Tepat buat Si Kecil' pada Minggu (21/06/2026). Diskusi ini menghadirkan Psikolog Keluarga Rayna Winata, M.Psi., Psikolog serta Momfluencer Venny Alawiyah bersama putrinya, Verecia Zellatiffany Adila.

Rayna Winata menjelaskan bahwa memori menyenangkan pada anak dapat dibentuk melalui rasa aman, nyaman, dan kehadiran orang tua. Aktivitas bersama keluarga memberikan pengalaman positif bagi perkembangan emosional anak.

"Kita sebagai orang tua tentu ingin anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang bahagia dan berkembang secara optimal. Supaya bisa hadir sepenuhnya untuk mereka, kita perlu menciptakan momen-momen yang menyenangkan. Sebab, anak-anak akan berkembang dengan baik ketika mereka dipeluk, ditemani, dan dipahami," ujar Rayna.

Banyak orang tua mengira anak-anak lebih mengingat hadiah mewah atau mainan mahal. Padahal, hubungan emosional dan kedekatan yang terjalin dengan orang tua justru menjadi hal yang paling membekas.

"Meski kita berpikir bahwa barang atau mainan baru yang membuat anak senang, sebetulnya yang paling penting adalah bonding antara orang tua dan anak. Mainan hanyalah alat, sedangkan hubungan orang tua dan anak yang akan terus diingat, dari kini hingga nanti," ujar Rayna.

Proses penyimpanan memori pada anak berlangsung secara bertahap sesuai tingkatan usia mereka. Rasa aman mulai dibangun pada usia 0-1 tahun, sedangkan ingatan terhadap aktivitas berulang terbentuk pada usia 1-3 tahun.

"Sebenarnya, sudah dimulai sejak bayi. Bayi usia 0-1 tahun membangun rasa aman. Pada usia 1-3 tahun, anak mulai mengingat pengalaman dan kegiatan yang dilakukan secara berulang bersama orang tua.

Usia 3-5 tahun, memori jangka panjang anak mulai terbentuk. Di atas usia 5 tahun, daya ingat anak semakin matang, bahkan mereka sudah bisa menceritakan kembali pengalaman yang dialaminya seperti apa," kata Rayna.

Orang tua disarankan menciptakan momen menyenangkan melalui kebiasaan sederhana di rumah tanpa perlu biaya mahal. Metode special time bisa diterapkan secara rutin sebagai salah satu solusi kedekatan.

"Sebagai orang tua, Ayah dan Ibu, bisa menciptakan momen itu di rumah. Sebenarnya, yang dibutuhkan anak adalah kebersamaan bersama orang tua. Saya menyarankan Ayah dan Ibu untuk melakukan special time. Kita bisa melakukannya selama 15-30 menit, sekitar tiga kali dalam seminggu," ungkapnya.

Di samping kehadiran orang tua, pemenuhan gizi seimbang menjadi fondasi mendasar bagi kesehatan anak. Asupan nutrisi yang cukup mendukung kesiapan anak dalam belajar sekaligus menjaga suasana hati tetap baik.

"Nutrisi menjadi fondasi penting agar anak bisa berkembang dengan optimal. Nutrisi yang baik membuat anak lebih berani bereksplorasi, sementara gizi yang cukup juga membantu menjaga mood anak tetap baik, sehingga mereka lebih siap belajar hal-hal baru," ujar Rayna.

Sementara itu, Venny Alawiyah menceritakan tantangan terbesar dalam mendampingi anak adalah pembagian waktu yang berkualitas. Kehadiran fisik orang tua sering kali terganggu oleh penggunaan gawai di dekat anak.

"Jadi, tantangan terbesar itu adalah waktu. Kenapa saya katakan waktu? Karena kita hadir di depan anak, tetapi waktu yang ada justru dipakai untuk bermain gadget. Jadi, yang perlu kita berikan adalah waktu yang berkualitas," ujar Venny.

"Walaupun saya bekerja seharian, saat sampai di rumah saya selalu memberikan waktu 15 menit untuk fokus sama anak saya. Ketika bersama anak, saya benar-benar melepaskan gadget and menciptakan momen," lanjutnya.

Venny melibatkan putrinya dalam aktivitas harian seperti menyiapkan bekal sekolah di pagi hari untuk mempererat hubungan. Kegiatan sederhana tersebut juga menjadi sarana belajar yang efektif bagi sang anak.

"Salah satu momen yang paling saya suka adalah saat pagi hari membuatkan bekal dan saya selalu melibatkan Verecia. Karena sering membuat bekal bersama, Verecia jadi mendapatkan ilmu dan merasa lebih dekat dengan saya," ujar Venny.

Menghadapi sifat anak yang pemilih dalam mengonsumsi makanan, Venny menyiasatinya dengan mengombinasikan bahan pangan favorit. Langkah ini diambil agar kebutuhan gizi sang anak tetap terpenuhi setiap hari.

"Jadi, Verecia termasuk picky eater. Saya harus memutar otak untuk tetap memberikan nutrisi kepada anak selain dari susu. Jadi, saya menggabungkan makanan yang dia suka. Misalnya, anak saya suka roti dan telur, jadi bagaimana saya menggabungkan roti, telur, dan susu yang isinya sudah pasti bernutrisi," kata Venny.

Kandungan gizi menjadi pertimbangan utama bagi Venny dalam memilih produk susu untuk masa pertumbuhan anak. Ia memilih susu berbahan dasar susu sapi asli yang kualitas nutrisinya senantiasa terjaga.

"Saya selalu memilih susu sapi asli seperti Frisian Flag. Apalagi anak saya kebetulan suka susu rasa stroberi, jadi saya selalu melihat dan membandingkan kandungannya. Kenapa memilih Frisian Flag? Karena meskipun tersedia dalam berbagai varian rasa, nutrisinya tetap terjaga," ungkap Venny.

Ruang Interaktif dan Edukasi Kreatif

Acara ini menyediakan berbagai stan interaktif yang terbagi ke dalam empat stasiun edukasi bagi anak-anak. Stasiun pertama bernama Semangat Kebaikan Susu yang mengenalkan proses pengolahan susu dari hulu hingga siap konsumsi.

Stasiun kedua adalah Senangnya Berkreasi untuk merangsang daya imajinasi anak, didukung produk susu UHT Frisian Flag Nutribrain dan susu bubuk Frisian Flag. Stasiun ketiga, Nikmatnya Bereksplorasi, menyajikan permainan edukatif yang dirancang khusus untuk anak usia sekolah.

Stasiun terakhir bernama Semangat Pagi yang mengusung tema kebersamaan sarapan keluarga menggunakan produk kental manis Frisian Flag. Setiap anak yang menyelesaikan aktivitas di setiap stasiun akan mendapatkan stempel khusus pada paspor perjalanan mereka.

Sesi Cooking Creation yang dipandu oleh Chef Ade Kurniawan turut memeriahkan acara dengan membagikan inspirasi menu praktis. Chef Ade mempraktikkan pembuatan tiga hidangan, yaitu Jasuke Sando, Spiku Tres Leches Cake, dan Ubee Cheese Cake.

"Jadi tips membuat menu ini adalah menggunakan Kental Manis Frisian Flag, UHT Frisian Flag Full Cream, dan Frisian Flag Keju Cheddar," ungkap Chef Ade.

Menu-menu tersebut dinilai sangat cocok untuk dijadikan alternatif sarapan praktis, bekal sekolah, hingga peluang usaha bagi para ibu di rumah. Sebagian pengunjung bahkan mendapat kesempatan mempraktikkan langsung pembuatan hidangan di atas panggung.

"Untuk menu Jasuke Sando lebih ke bahan-bahan yang ada di rumah, dan cocok untuk bekal pagi anak-anak atau orang tua ke sekolah supaya lebih praktis. Sementara Spiku Tres Leches Cake bisa menjadi ide jualan," kata Chef Ade.

Panggung hiburan kampanye ini juga dimeriahkan oleh pentas seni tradisional berupa Tari Gambang Suling dari TK ABA 34. Berbagai penampilan modern dance dari Ola Dance, TK Cahaya Tazkia, Mauza Dance Swaggy, Frence Kids Dance, serta Soul Step Modern Dance ikut menghibur pengunjung.

Kiddos Band hadir sebagai bintang tamu dengan membawakan lagu-lagu anak bertema keceriaan dan nasionalisme. Seluruh rangkaian acara pada hari ketiga ditutup secara meriah oleh penampilan dari 4Kids+Band.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author