FIFA Catat Penurunan Angka Pelanggaran pada Piala Dunia 2026
Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) mencatat penurunan signifikan pada jumlah pelanggaran dan kartu kuning hingga pertandingan ke-40 Piala Dunia 2026, meskipun turnamen ini sempat diwarnai tingginya statistik kartu merah di awal kompetisi.
Dilansir dari Vietnam.vn, ajang sepak bola terakbar ini hanya menghasilkan rata-rata 2,4 kartu kuning per pertandingan sebelum laga pada Selasa, 23 Juni 2026. Angka tersebut menjadi yang terendah dalam lima edisi terakhir jika dibandingkan dengan Piala Dunia 2022 di Qatar yang mencapai 3,5 kartu, Rusia 2018 dengan 3,4 kartu, Brasil 2014 dengan 3,3 kartu, dan Afrika Selatan 2010 dengan 4,06 kartu per pertandingan.
Penurunan ini juga terlihat dari statistik pelanggaran yang menyentuh angka 21,7 per pertandingan, lebih rendah dari edisi 2022 sebanyak 25 pelanggaran dan edisi 2018 dengan 27 pelanggaran. Regulasi ketat FIFA yang hanya mengizinkan kapten tim berdiskusi dengan wasit dinilai efektif memangkas kartu kuning akibat protes reaktif pemain.
Selain itu, implementasi teknologi VAR berdefinisi tinggi dan deteksi offside otomatis membuat pemain tampil lebih berhati-hati dalam melakukan tekel. Di sisi lain, ekspansi turnamen menjadi 48 tim memberikan kelonggaran strategi bagi tim peserta di fase grup karena adanya peluang lolos lewat jalur peringkat ketiga terbaik.
Meskipun jumlah pelanggaran keseluruhan rendah, laporan Detikcom dan CNN Indonesia menyebutkan bahwa enam kartu merah langsung telah keluar dari kantung wasit hanya dalam 27 pertandingan pertama. Catatan di pekan kedua babak grup tersebut melampaui total akumulasi kartu merah pada seluruh rangkaian Piala Dunia 2018 dan 2022 yang masing-masing hanya mengeluarkan empat kartu merah.
Tiga kartu merah langsung perdana keluar pada laga pembuka antara Meksiko melawan Afrika Selatan untuk Yaya Sithole, Themba Zwane, dan Cesar Montes. Wasit kemudian mengusir bek Bosnia dan Herzegovina, Tarik Muharemovic, saat timnya kalah dari Swiss, serta dua pemain Qatar yakni Homam Ahmed dan Assim Madibo dalam pertandingan kontra Kanada.