Fenomena Strawberry Moon Hiasi Langit Indonesia 30 Juni 2026

Share

Fenomena alam Strawberry Moon kembali menghiasi langit Indonesia pada Selasa, 30 Juni 2026. Peristiwa astronomi ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pencinta pemandangan langit malam.

Dilansir dari Detikcom, fenomena Strawberry Moon merupakan bulan purnama yang terjadi tepat sehari setelah Titik Balik Matahari Musim Panas. Berdasarkan laporan Space.com, momen ini berlangsung ketika Bulan berada di posisi seberang Matahari, dengan Bumi terletak tepat di antara keduanya.

Kondisi tersebut menyebabkan seluruh permukaan Bulan yang menghadap Bumi menerima cahaya matahari secara penuh. Posisi Bulan yang cenderung sangat rendah di cakrawala kemudian menciptakan ilusi optik yang membuat ukurannya tampak lebih besar dari biasanya.

Lembaga antariksa Amerika Serikat, NASA, mencatat bahwa penamaan ini merujuk pada kalender Petani Aine yang berasal dari tahun 1930-an. Suku Algonquin menggunakan istilah Strawberry Moon untuk menandai fase bulan purnama Juni yang bertepatan dengan musim panen stroberi liar.

Sementara itu, Ontario Native Literacy Coalition menyebut fenomena ini dengan istilah Ode'miin Giizis. Nama tersebut memiliki makna waktu untuk perjamuan tahunan serta momen menyambut kepulangan keluarga.

Secara visual, bulan purnama Juni ini cenderung memancarkan warna merah muda, kuning, atau jingga. Efek pancaran cahaya yang terasa lebih hangat ini dipengaruhi oleh posisi Bulan yang berada di garis rendah langit belahan bumi utara.

Jadwal dan Jarak di Indonesia

Meskipun kemunculannya sudah mulai terlihat sejak 29 Juni, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat puncak fenomena ini terjadi pada Selasa, 30 Juni 2026 pukul 06.56 WIB.

Menurut dokumen Fase-Fase Bulan dan Jarak Bumi-Bulan yang dirilis BMKG, Strawberry Moon kali ini berada pada jarak 405.251 kilometer dari permukaan Bumi.

Masyarakat di seluruh wilayah Indonesia masih memiliki kesempatan untuk menikmati keindahan panorama langit ini pada malam hari, Selasa, 30 Juni 2026.

Tips Mengamati Strawberry Moon

Fenomena astronomi ini dapat dinikmati secara langsung menggunakan mata telanjang tanpa alat bantu khusus. Kualitas pengamatan akan lebih maksimal jika dilakukan dari lokasi terbuka yang minim polusi cahaya.

Faktor cuaca yang cerah dan bebas dari tutupan awan tebal menjadi syarat penting untuk mendapatkan visual terbaik. Pengamatan dapat dimulai sejak Bulan mulai terbit dari arah ufuk timur.

Masyarakat disarankan memilih tempat mengamat yang memiliki pandangan bebas ke arah timur tanpa terhalang oleh deretan gedung tinggi, pepohonan lebat, ataupun perbukitan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author