Fenomena Bulan Purnama Buck Moon Hiasi Langit Global 29 Juli 2026

Share

Pengamat bintang di berbagai penjuru dunia dapat menyaksikan fenomena bulan purnama Juli yang dikenal sebagai Buck Moon pada Rabu, 29 Juli 2026. Fenomena astronomi ini mencapai puncaknya di pertengahan musim panas dan dapat terlihat dengan mata telanjang saat terbit di ufuk timur.

Peristiwa ini menjadi bulan purnama tertinggi kedua pada tahun 2026 setelah Strawberry Moon di bulan Juni. Puncak iluminasi bulan purnama terjadi pada pukul 17.34 waktu Yordania atau pukul 12.35 AEST pada 30 Juli di New South Wales, dengan jarak posisi bulan sekitar 402.000 kilometer dari Bumi.

Istilah Buck Moon berasal dari tradisi penduduk asli Amerika Utara yang menandai periode pertumbuhan tanduk baru pada rusa jantan. Di Inggris, fenomena ini dikenal sebagai Thunder Moon karena sering terjadi bersamaan dengan badai musim panas, serta dinamai Hay Moon yang merujuk pada panen jerami bulan Juli. Sementara dalam warisan budaya Arab, fenomena ini disebut Badr al-Najir yang merujuk pada puncak cuaca panas musim panas.

Astrofisikawan dari Swinburne University of Technology memberikan pandangannya terkait pengamatan fenomena ini.

"Hal yang luar biasa dari bulan adalah kemudahannya untuk dilihat dari mana saja," kata Rebecca Davies, Astrofisikawan Swinburne University of Technology.

Ia menambahkan bahwa bulan biasanya terlihat paling spektakuler saat baru terbit di atas horizon timur tanpa memerlukan teleskop atau peralatan khusus.

Presiden Perhimpunan Astronomi Yordania menguraikan dampak kecerahan bulan terhadap pengamatan objek langit lainnya.

"Kecerahan bulan yang intens akan mengaburkan objek langit dalam yang samar seperti galaksi dan nebula yang jauh," kata Ammar Sakaji, Presiden Perhimpunan Astronomi Yordania.

Ia menjelaskan bahwa pengamatan galaksi atau nebula lebih cocok dilakukan pada malam-malam yang mendekati fase bulan baru.

Pakar bulan dari Moonsisters menyampaikan sudut pandang astrologi terkait perubahan energi pada periode ini.

"Bulan apa ini! Energi apa ini! Dan perubahan mendalam apa ini!" kata Jetteke van Lexmond, Pakar Bulan Moonsisters.

Ia menilai bahwa banyak orang merasakan pergeseran energi besar yang dianggap sebagai titik puncak abad ke-21.

"Empat planet paling kuat, Pluto, Neptunus, Uranus, dan Yupiter, membentuk konfigurasi yang sangat langka dan spesial yang dikenal sebagai Keranjang Barbault antara 15 dan 24 Juli 2026. Kita tidak pernah mengalami konfigurasi kosmik seperti ini seumur hidup kita," kata Jetteke van Lexmond, Pakar Bulan Moonsisters.

Ia menyebutkan bahwa konjungsi besar di Capricorn pada tahun 2020 menjadi awal dari proses transformasi besar ini.

"Beberapa tahun terakhir telah menjadi tantangan bagi banyak orang, ditandai oleh perubahan dan kerja batin yang intens. Banyak hal telah dilepaskan, dan banyak masalah karmik telah diselesaikan. Secara astrologi, periode itu kini berakhir," kata Jetteke van Lexmond, Pakar Bulan Moonsisters.

Ia menambahkan bahwa waktu yang ditunggu-tunggu telah tiba.

"Juli 2026 adalah titik balik yang telah lama kita tunggu-tunggu," kata Jetteke van Lexmond, Pakar Bulan Moonsisters.

Ia memaparkan efek fisik dan emosional dari fenomena ini terhadap tubuh.

"Begitu banyak energi yang dilepaskan saat ini sehingga Anda mungkin mengalami insomnia, kegelisahan batin, sakit kepala, pusing, mual, atau mimpi yang sangat jelas," kata Jetteke van Lexmond, Pakar Bulan Moonsisters.

Menurutnya, masyarakat perlu mengambil alih kendali atas hidup mereka sendiri.

"Berhentilah menunggu momen yang tepat diberikan kepada Anda di atas piring perak. Ambil kendali atas hidup Anda sendiri," kata Jetteke van Lexmond, Pakar Bulan Moonsisters.

Ia menguraikan pergerakan posisi simpul bulan dalam astrologi.

"Simpul Utara berpindah ke Aquarius dan Simpul Selatan ke Leo, menciptakan sumbu Simpul Bulan baru yang akan tetap aktif hingga 28 Maret 2028," kata Jetteke van Lexmond, Pakar Bulan Moonsisters.

Ia meyakini bahwa fenomena ini menyentuh kedalaman jiwa manusia.

"Bulan purnama ini menyentuh jiwa dan batin Anda yang paling dalam lebih dalam dari yang pernah ada sebelumnya. Segala sesuatu yang tidak lagi selaras dengan tujuan jiwa Anda akan menjadi semakin sulit untuk dipertahankan," kata Jetteke van Lexmond, Pakar Bulan Moonsisters.

Ia menutup keterangannya dengan menjelaskan pergeseran sikap mental yang mungkin terjadi.

"Bulan purnama ini bisa terasa seperti titik balik batin di mana Anda tidak lagi ingin puas dengan kehidupan yang hanya nyaman, aman, atau familiar, tetapi mulai," kata Jetteke van Lexmond, Pakar Bulan Moonsisters.

Setelah fase Buck Moon berakhir, fenomena bulan purnama berikutnya yang dikenal sebagai Sturgeon Moon diperkirakan mencapai puncak iluminasinya pada 28 Agustus 2026.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author