5 Fakta Ganbajun, Jamur Liar Yunnan Seharga Rp19 Juta Per Kilo
Published
·
3 Reads
Musim hujan di Provinsi Yunnan, China, menjadi momen berburu jamur liar langka bagi para pencinta kuliner dan pemilik restoran. Berikut 5 fakta menarik mengenai fenomena jamur liar di Yunnan dan keberadaan jamur ganbajun yang super mahal.
- Yunnan Punya Lebih dari 1.000 Jenis Jamur Liar — Provinsi Yunnan dijuluki sebagai ibu kota jamur liar di China karena memiliki lebih dari 1.000 jenis jamur liar edible, yang menyumbang sekitar 91% dari total spesies jamur edible di negara tersebut.
- Ganbajun, Jamur Paling Mahal dan Diburu — Tumbuhan liar di hutan pinus ketinggian 1.800–2.500 meter ini tak dapat dibudidayakan dan memiliki aroma gurih mirip dendeng sapi, menjadikannya kasta tertinggi jamur buruan di atas jizongjun, hongniuganjun, matsutake, dan qingtoujun.
- Harganya Tembus Rp19 Juta Sekilo — Pada awal atau akhir musim panen, harga ganbajun dapat melambung hingga 7.500 yuan (sekitar Rp19,7 juta per kg), dan turun ke kisaran Rp7,4 juta–Rp7,9 juta per kg saat pasokan stabil, di mana 1 kg jamur mentah hanya menghasilkan 300 gram bagian bersih yang siap diolah.
- Sulit Dibersihkan dan Cepat Rusak — Lipatan jamur yang rapat serta dipenuhi sela-sela tanah, kerikil, dan daun pinus membuat biaya tenaga kerja pembersihannya sangat tinggi, ditambah daya tahannya yang hanya sekitar 36 jam pascapanen sehingga berisiko rusak jika dikirim keluar wilayah.
- Jamur yang Bisa Bikin Halusinasi — Selain ganbajun, jenis hongniuganjun juga populer karena rasa gurihnya, namun berpotensi memicu halusinasi apabila tidak dimasak secara benar selama 15–20 menit pada suhu di atas 120 derajat Celsius.
Follow publika.id on Google News
Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author