Faishal Ibrahim Mungundurkan Diri Dari Jabatan Politik Singapura

Share

Menteri Negara Urusan Muslim Singapura Faishal Ibrahim mengundurkan diri dari jabatan politik dan Partai Tindakan Rakyat (PAP) pada Senin (20/7/2026). Langkah ini diambil akibat kesalahan penilaian terkait interaksi pesan online dengan seorang wanita dari kalangan masyarakat umum.

Perdana Menteri Lawrence Wong mengonfirmasi bahwa sebagian besar interaksi tersebut berlangsung melalui pesan singkat dan pertemuan di sela kegiatan publik. Penyelidikan kepolisian bersama Jaksa Agung menyimpulkan tidak ada tindak pidana yang dilanggar oleh kedua belah pihak.

Posisinya sebagai Menteri Negara Urusan Muslim resmi digantikan oleh Zaqy Mohamad. Sementara itu, Ketua PAP Desmond Lee menegaskan tidak akan ada pemilihan umum sela (by-election) di GRC Marine Parade-Braddell Heights untuk mengisi kekosongan kursi Faishal.

"Tidak akan ada pemilu sela yang digelar. Kita telah melihat situasi tersebut di GRC Jurong dan GRC Sengkang. Kuncinya adalah apakah kebutuhan warga terlayani dengan memadai," ujar Ketua PAP Desmond Lee, Menteri Pendidikan Singapura.

Pihak partai memastikan empat anggota parlemen tersisa di dapil tersebut akan membagi tugas untuk mengurus warga Kembangan, sejalan dengan putusan Mahkamah Agung tahun 2019 terkait aturan representasi GRC.

"Meskipun tidak ada hubungan fisik di antara kami, dan saya tidak bermaksud agar interaksi tersebut berkembang menjadi hubungan fisik, ada kekeliruan penilaian dari pihak saya dalam menangani interaksi tersebut, serta kegagalan dalam menetapkan batasan yang lebih jelas pada tahap awal," kata Faishal Ibrahim, Mantan Anggota Parlemen Singapura.

Faishal menyampaikan permohonan maaf kepada publik dan menyatakan fokus utamanya saat ini adalah meluangkan waktu bersama keluarga.

"Saya merasa sedih Anda meninggalkan dunia politik dalam keadaan seperti ini. Namun saya menghargai pengakuan Anda bahwa tindakan Anda tidak memenuhi standar yang diharapkan, serta keputusan Anda untuk bertanggung jawab atas hal tersebut," kata Lawrence Wong, Perdana Menteri Singapura.

"Tentunya, komunitas Melayu-Muslim akan khawatir karena menteri yang membawahi urusan Muslim mengurusi masalah, perhatian, dan aspirasi spesifik mereka. Namun komitmen pemerintah PAP terhadap komunitas Melayu-Muslim, serta seluruh komunitas di Singapura, tetap teguh dan jelas," tutur Desmond Lee, Menteri Pendidikan Singapura.

"Saya rasa kita sebenarnya sudah memiliki cukup banyak rencana yang akan diumumkan dalam beberapa bulan mendatang. Jadi hal itu tidak akan berubah," kata Seah Kian Peng, Ketua DPR Singapura.

"Sebagai satu tim, kami selalu fokus pada apa yang perlu dilakukan ke depan. Komitmen yang kami buat kepada warga di Kembangan adalah bahwa kami semua, dengan tim di belakang kami… kami akan bekerja untuk memastikan kebutuhan Anda, masalah Anda, tantangan yang mungkin Anda hadapi, akan kami tindak lanjuti dan sebaik mungkin kami coba selesaikan," ujar Seah Kian Peng, Ketua DPR Singapura.

"Saya tahu berita ini akan mengejutkan banyak orang. Saya berharap Anda dapat memahami keputusan saya untuk tidak berbicara lebih banyak, demi menghormati privasi keluarga saya," kata Faishal Ibrahim, Mantan Anggota Parlemen Singapura.

"Masih banyak pekerjaan penting di depan kita, dan kita harus terus melanjutkan kemajuan yang telah dicapai oleh komunitas kita," kata Zaqy Mohamad, Pelaksana Tugas Menteri Urusan Muslim Singapura.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author