Fadli Zon Resmikan Museum Sriwijaya Dharmakirti di Jambi

Share

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon meresmikan Museum Sriwijaya Dharmakirti di Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muarajambi, Provinsi Jambi, pada Jumat (31/7/2026). Peresmian ini dilakukan untuk memperkuat pelestarian cagar budaya dan warisan peradaban Nusantara, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Kawasan Muarajambi dijelaskan sebagai salah satu pusat peradaban terpenting yang dulunya menghubungkan Sumatra dengan India, Tiongkok, Tibet, dan Asia Tenggara. Pembangunan fasilitas baru ini ditujukan untuk merawat sejarah sekaligus meningkatkan pemanfaatan warisan budaya bagi masyarakat luas.

"Sejarah merupakan akar budaya dan jati diri identitas kita. Karena itu, Presiden Prabowo Subianto sangat mendorong revitalisasi situs-situs budaya, keraton, istana, dan juga berbagai peninggalan-peninggalan warisan budaya dari nenek moyang dan leluhur. Kita mewarisi pengetahuan, nilai-nilai, termasuk warisan budaya yang sifatnya kebendaan, maupun warisan budaya tak benda," kata Menteri Kebudayaan Fadli Zon.

Museum tersebut difungsikan sebagai pusat edukasi, penelitian global, ruang kebudayaan inklusif, dan penggerak kesejahteraan ekonomi masyarakat. Dalam agenda tersebut, disepakati pula nota kesepahaman antara Ditjen Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi dengan Polda Jambi guna memperketat pengamanan kawasan.

"Museum Sriwijaya Dharmakirti dan Candi Muara Jambi tentunya dapat menjadi wadah bagi generasi muda, peneliti nasional, maupun internasional untuk mempelajari sejarah maritim, tata kota berbasis air, dan peradaban pengetahuan Nusantara. Selain itu, keduanya juga menjadi ruang bagi masyarakat lokal untuk terus merayakan tradisi, seni, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para leluhur," ujar Fadli Zon.

Proses pembenahan kawasan cagar budaya ini terus dimaksimalkan melalui berbagai langkah teknis di lapangan. Hal tersebut mencakup aspek pembebasan lahan hingga digitalisasi fasilitas museum.

"Kegiatan revitalisasi KCBN Muarajambi meliputi pembebasan lahan, pemugaran dan penataan lingkungan, peningkatan kualitas infrastruktur pengunjung dengan konsep urban landscape, serta melakukan digitasi dan pembuatan film animasi Museum Sriwijaya Dharmakirti," kata Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Restu Gunawan.

Dukungan penuh turut diberikan oleh pemerintah daerah terhadap pengembangan ekosistem kebudayaan di kawasan tersebut. Kehadiran museum dipandang sebagai sarana edukasi penting mengenai jejak peradaban masa lalu.

"Adanya Museum Sriwijaya Dharmakirti memperlihatkan miniatur sejarah lampau dari peradaban Buddha. Artinya, museum ini tidak hanya menjadi sesuatu yang ditonton oleh banyak orang, tapi juga akan menjadi kenangan dan ruang edukasi," kata Gubernur Provinsi Jambi Al Haris.

Menteri Kebudayaan bersama rombongan juga meninjau sejumlah fasilitas seperti ruang immersive, ruang koleksi, ruang cinema, perpustakaan, dan stan merchandise. Sinergi seluruh pihak diharapkan dapat terus mendorong kemajuan ekosistem KCBN Muarajambi.

"Mari kita jadikan juga Museum Sriwijaya Dharmakirti ini sebagai jembatan antara ingatan masa lalu dan juga rancangan masa depan, antara pengetahuan lokal dan percakapan global, serta wujud pelindungan warisan budaya dan pemanfaatan untuk kesejahteraan masyarakat," kata Fadli Zon.

Acara peresmian ini dihadiri oleh Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar, Bupati Muara Jambi Bambang Bayu Suseno, Ketua Asosiasi Museum Indonesia Putu Supadma Rudana, serta jajaran pejabat daerah dan tokoh masyarakat setempat.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author