Fadhlullah Sebut Keadilan Jadi Fondasi Kelanjutan Damai Aceh

Share

Kebijakan berkeadilan dinilai menjadi landasan utama untuk menjaga keberlanjutan perdamaian di tanah Aceh. Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menegaskan bahwa berbagai persoalan yang belum tuntas perlu diselesaikan secara musyawarah.

Pernyataan tersebut disampaikan Fadhlullah pada peringatan Hari Damai Aceh ke-21 di Balai Meuseuraya Aceh, Kota Banda Aceh, Sabtu. Acara bertema penyelesaian konflik secara damai dan bermartabat itu diselenggarakan oleh Badan Reintegrasi Aceh (BRA).

"Kita meyakini keadilan adalah fondasi perdamaian yang berkelanjutan. Berbagai persoalan yang masih tersisa perlu diselesaikan melalui dialog, musyawarah dan saling percaya," kata Fadhlullah, Wakil Gubernur Aceh.

Menurut keterangan Fadhlullah, penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Helsinki di Finlandia pada 2005 antara Pemerintah RI dan GAM menjadi titik balik sejarah untuk menghentikan konflik berkepanjangan.

"Kesepakatan ini menjadi ikhtiar luhur untuk menghentikan pertumpahan darah, memulihkan kehidupan masyarakat, dan membuka masa depan Aceh yang lebih baik," ujarnya.

Fadhlullah menyampaikan bahwa momentum peringatan ini menjadi sarana menghormati jasa para syuhada dan seluruh pihak yang berkontribusi menjaga perdamaian daerah.

Selama dua dekade lebih, situasi kondusif di mengakibatkan masyarakat bisa fokus membangun sektor ekonomi, pendidikan, serta demokrasi. Keberhasilan penyelesaian konflik secara damai ini bahkan mendapatkan perhatian dari dunia internasional.

"Karena itu, perdamaian harus terus diisi dengan keadilan dan kesejahteraan melalui penguatan reintegrasi, pemberdayaan ekonomi, pemulihan korban konflik, serta pelaksanaan amanat MoU Helsinki dan Pemerintahan Aceh (UUPA)," ujar Fadhlullah.

Pemerintah Aceh memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para tokoh, mediator, serta tim perunding yang telah memfasilitasi terciptanya kesepakatan damai di Helsinki.

"Jasa dan pengabdian mereka akan selalu tercatat dalam sejarah Aceh dan menjadi amal kebajikan bagi generasi mendatang. Atas nama pemerintah dan rakyat Aceh, kami menyampaikan terima kasih," demikian Fadhlullah.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author