Wamensos Ungkap Hasil Evaluasi Satu Tahun Program Sekolah Rakyat

Share

Pemerintah mencatat keberhasilan awal pada program Sekolah Rakyat yang digulirkan sejak setahun terakhir untuk mengatasi anak putus sekolah dari keluarga miskin ekstrem, dilansir dari Detikcom pada Jumat (26/6/2026).

Evaluasi capaian program prioritas Presiden tersebut disampaikan dalam acara diskusi di Studio 2 CNN Indonesia TV yang mengupas dampak nyata intervensi pendidikan terhadap anak-anak dari kelompok rentan.

"Memang tidak mudah pada awalnya, tapi alhamdulillah selama setahun ini, secara umum program dan pelaksanaan Sekolah Rakyat ini cukup berhasil. Terbukti misalnya, anak-anak ataupun siswa yang tadinya, kurang percaya diri, menjadi percaya diri. Yang tadinya badannya kurus, menjadi gemuk," ujar Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dalam keterangannya, Jumat (26/6/2026).

Kementerian Sosial menegaskan komitmen penuh negara guna menjamin akses pendidikan yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

"Yang tidak mampu, negara yang harus menyekolahkan. Ini konsep sekolah rakyat seperti itu," jelasnya.

Skema yang diterapkan dalam Sekolah Rakyat mengombinasikan sektor edukasi anak dengan program pemberdayaan ekonomi bagi orang tua mereka.

"Kita memberdayakan orangtua siswa ini supaya bisa mandiri, mendapatkan penghasilan sendiri dan hidupnya juga sejahtera," jelasnya.

Langkah integratif tersebut diproyeksikan sebagai strategi jangka panjang pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan antar-generasi.

"Presiden tidak ingin kalau orang tuanya miskin, anaknya ikut miskin. Jadi sekolah rakyat inilah jawaban dari negara untuk memutus rantai kemiskinan," tegasnya.

Dukungan regulasi terhadap keberlanjutan program ini datang dari parlemen yang meminta agar sistem ini diselaraskan dengan aturan nasional.

"Pasti dukung 100 persen. Karena ini cara Bapak Presiden untuk mendorong anak-anak yang tidak punya mimpi bisa diwujudkan," ujar Anggota Komisi X DPR RI Furtasan Ali Yusuf.

Kondisi sosiologis keluarga miskin dinilai menjadi alasan kuat mengapa pola sekolah berasrama menjadi solusi yang tepat dalam program ini.

"Jadi idenya memang sangat bagus. Karena pendidikan itu kan dimulai dari rumah sebetulnya ya, bukan dari sekolah. Tapi masalah masyarakat miskin dan miskin ekstrim, rumahnya ini kan tidak kondusif untuk pendidikan," kata Konsultan Pendidikan dan Karier Ina Liem.

Pola asrama dalam sistem Sekolah Rakyat diyakini memberikan ruang bagi anak-anak untuk mendapatkan pendampingan hidup yang jauh lebih teratur.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author