ESSA Tunda Proyek Bahan Bakar Pesawat Ramah Lingkungan
PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) memutuskan untuk menunda proyek bahan bakar pesawat ramah lingkungan atau Sustainable Aviation Fuel (SAF) dari minyak jelantah yang digarap oleh anak usahanya, PT ESSA SAF Makmur (ESM), berdasarkan hasil evaluasi strategis dan kondisi pasar terkini per 27 Juli 2026, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
"PT ESSA SAF Makmur, salah satu anak Perusahaan ESSA, berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh terhadap berbagai faktor strategis dan kondisi pasar terkini, telah memutuskan untuk melakukan penangguhan atas pengembangan Proyek Sustainable Aviation Fuel," ujar Legal Manager & Corporate Secretary ESSA, Shinta Siringoringo.
Penundaan ini tidak serta-merta membatalkan rencana proyek SAF, karena perseroan menegaskan tetap memegang komitmen dalam pengembangan bisnis rendah karbon di masa depan.
"ESSA tetap memiliki komitmen terhadap pengembangan bisnis rendah karbon dan akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi pasar, peluang bisnis, perkembangan teknologi, serta faktor-faktor strategis lainnya guna menentukan waktu yang tepat untuk melanjutkan pengembangan Proyek SAF berdasarkan hasil evaluasi ESM," ujar Legal Manager & Corporate Secretary ESSA, Shinta Siringoringo.
Di pasar modal, pergerakan saham ESSA tercatat melemah 1,64 persen ke posisi Rp 600 per saham, dengan volume perdagangan mencapai 32,19 miliar dan nilai transaksi sebesar Rp 19,90 miliar.