by

Ekonomi Sulit, Mas Dibyo: Kemandirian Koperasi dan UMKM Bekal Kita Belajar!

Jelas dalam sejarah perekonomian Indonesia, koperasi di daerah selalu menemukan cara untuk mengambil perannya sendiri.

Kerap koperasi bekerja dalam diam, dalam sunyi namun pasti. Dan saat situasi di tengah pandemi Covid-19 saat ini, koperasi dengan UMKM-nya menjadi sandaran para pedagang di pasar-pasar tradisional hingga modern.

Koperasi bahkan menjadi tempat para pegawai berlari dan mengetuk pintu bantuan saat hari-hari mereka diterpa kesulitan.

Foto: Faisal R Syam / Publik.id

Itu belum termasuk peran koperasi dalam rantai pasok pangan, saprodi, hingga kebutuhan sehari-hari para anggotanya yang besar dari mulai petani, nelayan.

Sayangnya, dari pengalaman selama blusukan, Calon Wakil Bupati Lampung Timur Ahmad Sudibyo sempat mendapatkan laporan adanya oknum yang memanfaatkan celah untuk dengan memakai kedok koperasi.

”Paling intens tawaran itu lewat sms. Dari lembaga pembiayaan A sampai Z. Ini yang membuat masyarakat kerap terjabak,” terang Ahmad Sudibyo belum lama ini.

Baca Juga  Sedikitnya 1,23 Juta Orang di Sumut Menganggur

Sering kali, lembaga-lembaga pembiayaan itu menyalahgunakan prinsip dan jati diri koperasi yang mengedepankan asas kekelurgaan dan gotong royong untuk menarik minat dan kepercayaan masyarakat.

Mereka memaanfaatkan logo koperasi yang selama ini menyimbolkan amanah UUD 1945 dan isyarat negara hadir pada perekonomian.

”Untuk yang satu ini, kita memang jangan sampai tak tinggal diam dalam menyikapi penyimpangan terhadap prinsip-prinsip koperasi dalam bentuk pembiayaan yang kerap menjebak,” tegas Mas Dibyo—sapaan akrab kandidat nomor urut dua itu.

Indonesia, sambung Mas Dibyo saat ini telah berada pada titik pengembangan peta jalan koperasi yang berbasis pada modernisasi melalui transformasi dan digitalisasi koperasi.

Maka, korporasi koperasi menjadi contoh upaya nyata bahwa koperasi juga mampu bersaing dengan pelaku usaha besar dalam perekonomian.

Pasangan Zaiful Bokhari-Ahmad Sudibyo telah memetakan potensi dan permasalahan koperasi di Lampung Timur.

Baca Juga  Azis Syamsudin Minta Menteri BUMN Dukung PT Pindad

”Pengembangan koperasi Indonesia yang bertujuan mewujudkan koperasi yang sehat, mandiri, modern, berdaya saing, dan mendukung UMKM harus terus berjalan. Jangan sampai dirusak dengan koperasi abal-abal!” tandasnya.

Potensi koperasi dinilai sangat besar apabila dimodernisasi melalui sejumlah langkah di antaranya manajemen dan operasi berbasis digital.

Langkah selanjutnya, menjadikannya sebagai ruang inkubasi, ada edukasi sejak dini, ada penguatan regulasi, dan memperkuat kemitraan koperasi.

”Sangat disadari, koperasi belum optimal karena partisipasinya rendah. Kendala lain pengawasan, manajemen dan SDM. Belum lagi kita bicara regulasi, akses pembiayaan, hambatan produksi dan pemasaran. Itu ada dalam catatan kami,” timpalnya.

Dengan adanya roadmap ditargetkan koperasi di Lampung Timur mampu memberikan kontribusi yang lebih signifikan terhadap pembangunan.

Dan penting sekali meningkatkan jumlah koperasi modern. ”Caranya ya mendorong peningkatan start up berbasis koperasi, serta mendukung UMKM ekspor dan UMKM naik kelas,” kata dia.

Baca Juga  Beres UU Ciptaker, Luhut Dorong Investor Jepang

Di tengah kondisi sulit seperti ini, semua mata harus belajar dari koperasi dan UMKM-nya. ”Dari sana kita bisa belajar, bagaimana mereka bertahan dan berkembang di tengah kesulitan,” pungkasnya.

Untuk diketahui di Lampung Timur terdapat 398 unit Koperasi yang saat ini sedang dalam pengawasan. Sementara ada 70 unit koperasi yang masih aktif.

Dinas KUMTK setempat telah memperketat pendirian koperasi, terutama yang berbentuk koperasi termasuk didalamnya BMT.

Hal itu dilakukan agar tidak terjadi lagi hal-hal yang dapat merugikan masyarakat seperti yang terjadi pada beberapa waktu yang lalu.

Misalnya ada dugaan penyimpangan terhadap simpanan anggota yang dilakukan salah satu BMT yang ada di wilayah Kecamatan Pasir Sakti. (man/tap)

Baca Juga