Eddy Soeparno Kecam Penebangan Pohon Besar di Bandung

Share

Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN Eddy Soeparno mengecam penebangan sedikitnya sepuluh pohon berukuran besar di kawasan perempatan Jalan RE Martadinata dan Jalan Cihapit, Kota Bandung, Sabtu (1/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Penebangan yang berlangsung tepat di depan bangunan lapangan padel dan kafe tersebut dinilai mencederai upaya perlindungan lingkungan hidup serta menjaga kualitas udara perkotaan. Pohon-pohon yang sudah tumbuh puluhan tahun tersebut memiliki fungsi ekologis sebagai penyerap emisi karbon, peneduh, pengendali air hujan, dan penghasil oksigen.

Pernyataan tersebut disampaikan Eddy di sela-sela menjadi pembicara pada Agenda Indonesia Net-Zero Summit 2026 yang berlangsung di Balai Kartini.

"Di tengah tantangan polusi udara, suhu perkotaan yang terus meningkat, dan semakin terbatasnya ruang terbuka hijau, penebangan pohon besar harus menjadi pilihan terakhir. Jangan sampai kepentingan komersial mengorbankan kepentingan publik dan keberlanjutan lingkungan," kata Eddy, Sabtu (1/8/2026).

Ia mengingatkan pentingnya menjalankan kebijakan moratorium penebangan pohon dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat demi memperbaiki tata kelola ruang terbuka hijau dan memperketat pengawasan izin.

"Saya mendukung penuh moratorium penebangan pohon di Jawa Barat. Kebijakan ini harus menjadi momentum memperbaiki tata kelola ruang hijau, memperketat pengawasan terhadap izin penebangan, dan memastikan setiap pohon yang ditebang benar-benar memenuhi alasan yang dapat dipertanggungjawabkan secara teknis maupun ekologis," jelasnya.

Eddy mendorong Pemerintah Kota Bandung memeriksa perizinan serta kepatuhan regulasi penebangan tersebut. Ia meminta penegakan hukum secara tegas dilakukan apabila ditemukan pelanggaran.

"Saya mendukung langkah Wali Kota Kang Farhan untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Penegakan hukum yang tegas akan menjadi pesan bahwa setiap pembangunan di Kota Bandung harus menghormati hukum dan mengedepankan keberlanjutan lingkungan," ungkap Eddy.

Penurunan kualitas udara kota-kota besar dinilai sebagai peringatan akan perlunya memperbanyak area hijau di area perkotaan.

"Pohon adalah infrastruktur ekologis yang melindungi kesehatan masyarakat, menjaga keseimbangan lingkungan, dan menjadi warisan bagi generasi mendatang," tutupnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author