EASA Perintahkan Inspeksi Tambahan Sayap Pesawat Airbus A380
Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA) menginstruksikan sejumlah maskapai operator Airbus A380 untuk melakukan pemeriksaan tambahan pada bagian sayap setelah mendeteksi indikasi keretakan struktur, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz pada Rabu (24/6/2026).
Langkah ini diambil guna mengantisipasi penurunan integritas struktural pada pesawat jet berbadan lebar ganda tersebut. Sebanyak 16 armada yang saat ini beroperasi menjadi target utama dari kebijakan pemeriksaan khusus ini.
"Telah ditetapkan bahwa retakan yang ditemukan pada pesawat tertentu dapat mengurangi integritas struktural sayap," kata badan tersebut dalam arahan kelaikudaraan (airworthiness directive) yang diterbitkan pada 22 Juni.
Otoritas penerbangan Eropa tersebut menambahkan bahwa Airbus mewajibkan pemeriksaan yang lebih mendalam untuk memitigasi risiko keamanan. Berdasarkan arahan terbaru, 15 unit pesawat yang harus diperiksa merupakan milik armada Emirates, sementara satu unit lainnya dioperasikan oleh Qantas Airways.
"Untuk mengatasi potensi kondisi yang tidak aman ini, Airbus menetapkan bahwa inspeksi khusus tambahan yang lebih rinci harus dilakukan," kata badan tersebut dalam arahan kelaikudaraan (airworthiness directive) yang diterbitkan pada 22 Juni.
Emirates sendiri berstatus sebagai operator A380 terbesar di dunia dengan kepemilikan lebih dari 100 unit. Di sisi lain, Qantas mengelola 10 unit pesawat tipe ini dan berkomitmen untuk terus menerbangkannya hingga sepuluh tahun ke depan.
Masalah teknis pada struktur sayap bukan kali pertama menimpa Airbus A380. Pabrikan asal Eropa tersebut pernah menghadapi kendala serupa pada tahun 2012 yang memaksa pelarangan terbang sementara bagi armada A380 selama beberapa pekan hingga memicu kerugian ratusan juta dolar AS.