Direktorat Dukcapil Ungkap Nama Tokoh Anime dan Negara Jadi Nama Resmi Warga Indonesia
Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri mengungkap fenomena unik di Indonesia, yakni banyak warga yang memiliki nama resmi dari tokoh anime dan nama negara.
Data Dukcapil menunjukkan nama seperti Nobita, Sasuke, Naruto, hingga D. Luffy digunakan sebagai nama penduduk. Selain itu, nama negara seperti Oman dan Yunani juga tercatat sebagai nama penduduk Indonesia, dilansir dari Detikcom.
Dirjen Dukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi menyatakan, "Ada nama-nama yang menggunakan tokoh animasi ternyata orang tua yang suka animasi, ini serius ini, saya bisa dituntut kalau ngomong kalau bohong, dirjen dukcapil ini ngomong atas dasar data kependudukan, tapi ternyata banyak."
Jumlah penduduk dengan nama tokoh anime cukup banyak, seperti Uzumaki 190 orang, Nobita 181 orang, Sasuke 158 orang, Naruto 157 orang, dan Uchiha 152 orang. Selain itu ada D. Luffy 79 orang dan Shinchan 65 orang.
Teguh juga menyebutkan bahwa nama negara juga digunakan sebagai nama penduduk, antara lain Oman dengan 28.818 penduduk, Yunani 12.288 penduduk, Yaman 10.103 penduduk, Suriah 7.127 penduduk, dan Saudi 6.689 penduduk.
Selain nama unik, Dukcapil juga mengungkap fakta menarik soal zodiak penduduk Indonesia. Teguh mengatakan, "Yang terbanyak kalau melihat jumlah ini adalah Cancer. Tadi kan baru setengah tahun di bulan Januari, kalau Januari kan berarti ini. Tapi kalau satu tahun jumlah penduduk kita Cancer."
Dia menambahkan, "Cancer bintangnya, tapi jangan sampai penyakitnya, zodiaknya. Disusul Taurus, Gemini dan sebagainya."
Fakta lain yang diungkap adalah adanya lebih dari 129 ribu penduduk Indonesia yang lahir pada 29 Februari, sehingga mereka hanya merayakan ulang tahun setiap empat tahun sekali saat tahun kabisat.
Teguh juga menyoroti keunikan penggunaan huruf awal nama, "Yang menarik juga kalau huruf hidup vokal O, V, dan sebagainya wajar, tapi penduduk kita juga ada yang diawali dengan X. Ada yang Q. Kalau O banyak lah, U juga banyak. Itu sangat jarang di kita."