Dubes Iran Tegaskan Program Nuklir untuk Damai di Indonesia
Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menegaskan bahwa program nuklir negaranya bertujuan damai dan tidak untuk mengembangkan senjata nuklir. Hal ini disampaikan Boroujerdi melalui akun X pribadinya pada Minggu (2/8/2026) sebagai respons terhadap tuduhan internasional yang menyebut Iran berambisi memiliki senjata pemusnah massal. Menurut Boroujerdi, pertahanan negara sejati tidak diukur dari jumlah senjata nuklir yang dimiliki.
"Rakyat Iran membuktikan bahwa mempertahankan negara tidaklah memerlukan senjata nuklir," ujar Boroujerdi.
Dia menambahkan ketangguhan mental dan keberanian rakyat dalam diplomasi lebih berarti dibanding ancaman senjata nuklir. "Jika ada pihak yang mencari alasan untuk memicu perlombaan senjata nuklir, ini bukanlah alasannya," lanjutnya.
Kedutaan Besar Iran di Jakarta juga menegaskan bahwa aktivitas nuklir Iran hanya untuk tujuan damai dan kesejahteraan sipil. "Pemanfaatan teknologi nuklir fokus pada energi nasional, kesehatan, dan penelitian sains," tulis pernyataan kedutaan.
Semua proses pengembangan nuklir dilakukan secara transparan di bawah pengawasan ketat Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Iran terikat secara hukum pada Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT) dan menolak penggunaan bom atom berdasarkan fatwa keagamaan. "Fatwa Pemimpin Syahid Republik Islam Iran mengharamkan senjata nuklir," tambah pihak kedutaan.
Boroujerdi juga menyindir Amerika Serikat yang dikenal sebagai satu-satunya negara yang pernah menjatuhkan bom atom dalam perang.
Dia mengingatkan publik dunia akan sejarah kelam penggunaan senjata pemusnah massal oleh Washington.