Duane Davis Hadapi Persidangan Pembunuhan Rapper Tupac Shakur

Share

Mantan pemimpin geng Duane "Keffe D" Davis bersiap menghadapi persidangan atas dakwaan pembunuhan pakar musik rap Tupac Shakur di Las Vegas, Nevada, pada Senin (17/8/2026). Pria berusia 63 tahun tersebut dituduh mengarsiteki aksi penembakan dari mobil yang menewaskan Shakur pada September 1996.

Jaksa penuntut umum menyatakan Davis bertindak sebagai pihak yang memerintahkan penembakan balasan setelah keponakannya, Orlando "Baby Lane" Anderson, terlibat perkelahian dengan Shakur dan CEO Death Row Records Marion "Suge" Knight di kasino MGM Grand. Kasus ini menjadi satu-satunya tuntutan hukum yang pernah diajukan terkait kematian sang legenda hip-hop.

Sebagian besar bukti jaksa bersumber dari pernyataan Davis sendiri di media, wawancara kepolisian pada 2008, serta memoarnya tahun 2019 yang berjudul Compton Street Legend. Dalam buku tersebut, Davis menceritakan kronologi perburuan Shakur hingga insiden penembakan di persimpangan East Flamingo Road dan Koval Lane.

"Tidak ada kata-kata yang terucap, waktu untuk berbicara telah berlalu, hal itu akan segera terjadi!" tulis Duane Davis dalam memoarnya.

Tupac sempat melakukan gerakan tak terduga ke bawah kursinya sebelum tembakan dilepaskan dari dalam kendaraan yang ditumpangi Davis.

"Tupac membuat gerakan tidak menentu dan mulai meraih ke bawah kursinya. Pac mengeluarkan senpi, dan saat itulah kembang api dimulai. Salah satu pria saya dari kursi belakang mengambil Glock dan mulai menembak balik," tulis Duane Davis.

Davis mengaku bahwa insiden pengeroyokan terhadap keponakannya menjadi alasan utama tindakan pembalasan tersebut.

"Perbuatan mereka yang mengeroyok keponakan saya memberi kami lampu hijau untuk melakukan sesuatu pada mereka. Pac memilih permainan yang salah…" tulis Duane Davis.

Atas keterangannya yang beredar publik, Davis kini membantah kebenaran isi buku tersebut dan menyatakan tidak bersalah atas tuduhan pembunuhan dengan senjata mematikan.

"Penyelidikan kasus ini tidak ada hubungannya dengan saya," kata Marion "Suge" Knight saat diwawancarai ABC News dari penjara.

Knight, yang menjadi satu-satunya saksi mata kunci dalam mobil BMW merah saat insiden terjadi, menolak memberikan kesaksian di pengadilan.

"Jika mereka memaksa saya datang ke sana bertentangan dengan keinginan saya, jika pengacara Keffe D membawa saya ke sana, itu tidak terlihat bagus untuknya. Jika jaksa membawa saya ke sana, itu tidak terlihat bagus untuk mereka," kata Marion "Suge" Knight.

Mantan bos Death Row Records tersebut menegaskan komitmennya untuk tidak bersaksi di ruang sidang.

"Kesetiaan saya kepada Tupac tidak akan pernah bisa dikompromikan. Saya sebagai seorang pria, apa yang saya yakini, tidak bisa dikompromikan. Saya di sana bukan untuk membantu [Davis], dan saya sama sekali tidak di sana untuk menyakitinya," kata Marion "Suge" Knight.

Knight menambahkan pandangannya mengenai tindakan memberi kesaksian memberatkan orang lain.

"Untuk benar-benar naik ke kursi saksi, dan menunjuk seseorang, itu lebih buruk daripada mengambil pistol dan menembak kepala orang itu. Karena jika Anda menembak kepala seseorang, mereka mati sekali. Jika Anda naik ke kursi saksi dan Anda mengadu tentang orang itu, mereka mati sejuta kali," kata Marion "Suge" Knight.

Ia juga menutup keterangannya dengan alasan moral pribadi.

"Saya tidak akan bertanggung jawab untuk mengirim orang lain ke penjara seumur hidupnya. Jika Tuhan maha pengampun, siapakah saya hingga berpikir saya lebih besar dari Tuhan dan tidak memaafkan? Karena saya tidak," kata Marion "Suge" Knight.

Di sisi lain, keluarga korban berharap proses hukum yang diperkirakan berlangsung selama empat minggu ini dapat memberikan keadilan atas kematian Shakur. Sepupu Shakur, Kendrick Lesane, menyampaikan harapannya kepada media setempat.

"Siapa pun yang terlibat di dalamnya, siapa pun yang mengaturnya, siapa pun yang ikut campur di dalamnya harus dikurung di penjara," kata Kendrick Lesane.

Anggota keluarga lainnya, William Lesane, menekankan bahwa warisan karya dan pengaruh Shakur tetap hidup di tengah masyarakat meski sang musisi telah tiada.

"Dia telah meninggal dalam bentuk fisik, tetapi secara spiritual Tupac masih hidup," kata William Lesane.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author