Drone Ukraina Hantam Kilang Minyak Rusia di Tobolsk dan Nizhnekamsk
Pasukan Pertahanan Ukraina melancarkan serangan drone jarak jauh yang menghantam unit pengolahan gas di fasilitas petrokimia Tobolsk-Neftekhim serta kilang minyak Taneco di Nizhnekamsk, Rusia, pada Senin (10/8/2026).
Serangan yang menyasar kompleks industri ZapSibNeftekhim di Tobolsk, Wilayah Tyumen, berjarak lebih dari 2.000 kilometer dari perbatasan Ukraina. Hantaman tersebut menyebabkan kerusakan pada unit sentral fraksionasi gas (CGFU) yang berkapasitas 6,6 juta ton per tahun.
Pemerintah daerah Tyumen mengonfirmasi jatuhnya serpihan drone memicu kebakaran di kawasan industri tersebut. Sementara itu, analisis intelijen OSINT mengidentifikasi lokasi yang terbakar merupakan bagian penting dari kompleks petrokimia terbesar di Rusia yang memproduksi bahan baku polimer.
Selain menyasar Tyumen, serangan drone juga melanda kota Nizhnekamsk di Tartaristan yang berjarak sekitar 1.200 kilometer dari perbatasan. Salah satu drone mengenai asrama pekerja dan menewaskan sembilan orang, termasuk warga negara Uzbekistan dan Kirgistan, dari total 13 korban jiwa dalam insiden tersebut.
Pemerintah daerah Tartaristan menetapkan hari Senin sebagai hari berkabung resmi setelah dilaporkan sedikitnya 75 orang mengalami luka-luka, termasuk seorang anak-anak. Layanan darurat dikerahkan ke lokasi untuk menangani para korban dan memadamkan api di fasilitas terdampak.
Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina mengonfirmasi keberhasilan operasi serangan udara tersebut melalui unggahan resmi di media sosial.
"Secara khusus, kerusakan pada unit sentral fraksionasi gas di pabrik tersebut telah dikonfirmasi," kata Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina.
Pihak militer Ukraina menambahkan bahwa pabrik petrokimia tersebut memproduksi berbagai material strategis yang menopang industri pertahanan Rusia.
"Perusahaan tersebut menghasilkan bahan baku yang sangat penting bagi kompleks militer-industri Rusia. Di antaranya adalah butadiena, isobutilena, maleat anhidrida, dan MTBE. Produk-produk ini digunakan dalam pembuatan komponen bahan bakar roket, bahan bakar penerbangan, bahan komposit untuk kendaraan udara nirkulit (UAV), dan bensin beroktan tinggi," kata Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menegaskan bahwa rangkaian serangan udara ke wilayah dalam Rusia merupakan bentuk respons atas invasi militer yang terus berlangsung sejak 2022.
"Ya, kami memberikan respons yang sepenuhnya dibenarkan, dan setiap serangan Rusia akan mendapat balasan dari kami. Perang Rusia akan semakin dirasakan di rumahnya sendiri, di Rusia," kata Volodymyr Zelenskyy, Presiden Ukraina.
Zelenskyy menyebut operasi ini bertujuan menekan pemerintah Rusia agar bersedia menghentikan agresi militer.
"Satu-satunya alasan mengapa ini masih berlanjut adalah ketidakmauan Rusia untuk mengakhiri perang ini," kata Volodymyr Zelenskyy, Presiden Ukraina.
Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Rusia mendesak komunitas internasional dan pemerintah asing untuk memberikan kecaman resmi terhadap aksi serangan drone Ukraina. Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat adanya peningkatan korban jiwa warga sipil di Ukraina akibat serangan udara Rusia yang menggunakan rudal dan bom luncur sepanjang semester pertama tahun ini.