Drone Rusia Hantam Apartemen Rumania Melukai Dua Warga Sipil
Sebuah drone milik militer Rusia jatuh dan meledak menghantam sebuah gedung apartemen berlantai 10 di kota Galati, Rumania, serta melukai dua orang warga sipil pada Jumat, 29 Mei 2026 dini hari.
Kementerian Pertahanan Rumania melaporkan bahwa radar militer sempat melacak pergerakan drone tersebut saat memasuki ruang udara mereka sebelum akhirnya jatuh di wilayah timur negara anggota NATO tersebut. Insiden ini memicu kebakaran di bagian atap, merusak lima unit mobil, serta memaksa otoritas setempat mengevakuasi 70 penghuni apartemen.
Menanggapi peristiwa tersebut, Aliansi Pertahanan Atlantik Utara langsung menyatakan sikap tegas untuk melindungi seluruh wilayah anggotanya dari potensi perluasan dampak perang Ukraina.
"Russia’s reckless behaviour is a danger to us all," tulis Mark Rutte, Sekretaris Jenderal NATO melalui akun media sosial X.
Rutte mengonfirmasi kesiapan pasukannya setelah berkomunikasi langsung dengan pihak pemerintah Rumania pasca-ledakan terjadi.
"I affirmed that NATO stands ready to defend every inch of Allied territory," lanjut Mark Rutte, Sekretaris Jenderal NATO.
Di sisi lain, Pemerintah Rumania mengambil tindakan diplomatik keras dengan menutup fasilitas perwakilan Rusia di wilayah pelabuhan Laut Hitam serta mengusir pejabat diplomatiknya.
"We will have proportional measures in relation to the Russian Federation. … There is no ambiguity about the author and the cause of this assault," tulis Nicusor Dan, Presiden Rumania dalam unggahan di Facebook.
Pemerintah Rumania mencatat wilayah udara mereka telah dilanggar sebanyak 28 kali oleh drone Rusia sejak invasi ke Ukraina dimulai pada tahun 2022.
"I don't believe this was an accident, this has happened too many times for the Russians to be doing this by accident," kata Stephen Evelyn, seorang warga negara Amerika Serikat yang tinggal di Galati kepada usatoday.com.
Evelyn menambahkan bahwa aliansi pertahanan Barat harus segera mengambil langkah nyata terhadap serangkaian provokasi yang berulang ini.
"Either that or they're highly incompetent at waging war, but NATO needs to do something about this," lanjut Stephen Evelyn, warga Galati.
Komando militer Rumania menjelaskan bahwa unit jet tempur F-16 sempat diterbangkan, namun drone terbang terlalu rendah dan cepat sehingga sulit diantisipasi di area padat penduduk.
"another provocation by the Russians." ujar Stephen Evelyn, warga Galati.
Pihak militer menegaskan bahwa insiden jatuhnya pesawat tanpa awak ini murni imbas dari pertempuran di wilayah perbatasan Ukraina dan bukan serangan langsung ke Rumania.
"an attack from Russia against Romania," kata Jenderal Gheorghe Maxim, Komandan Pengganti Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Rumania.
Kendati demikian, pihak militer meminta masyarakat sekitar tetap waspada terhadap segala risiko keamanan yang muncul di area perbatasan.
"Romanians should understand that Russia is a threat to the security of the countries in the area." lanjut Jenderal Gheorghe Maxim, Komandan Pengganti Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Rumania.
Sementara itu, Angkatan Udara Ukraina melaporkan berhasil menembak jatuh 217 dari total 232 drone yang diluncurkan oleh pasukan Rusia dalam serangan semalam di 14 wilayah berbeda.