Drone Israel Serang Lebanon Selatan dan Tewaskan Tiga Orang

Share

Sebuah serangan drone militer Israel menghantam satu unit kendaraan di wilayah Lebanon selatan dan menewaskan sedikitnya tiga orang pada Kamis (25/6/2026). Insiden mematikan ini memicu perdebatan klaim antara pihak Tel Aviv dan kelompok Hizbullah mengenai identitas para korban di tengah situasi gencatan senjata yang sedang berlangsung.

Peristiwa ini menjadi insiden fatal ketiga sejak Selasa (23/6/2026), yang menambah akumulasi korban jiwa akibat serangan Israel di Lebanon sepanjang pekan menjadi minimal tujuh orang. Informasi mengenai jatuhnya korban jiwa dalam serangan udara terbaru ini dilansir dari Detikcom melalui laporan kantor berita Lebanon, National News Agency (NNA).

"Tiga orang tewas dan satu orang lainnya terluka ketika sebuah drone musuh menargetkan… kendaraan di jalanan antara Zawtar dan Mayfadoun," demikian laporan NNA.

Pihak militer Tel Aviv segera memberikan respons terkait operasi udara tersebut melalui sebuah pernyataan resmi. Angkatan bersenjata Israel menegaskan bahwa operasi militer yang mereka lancarkan di wilayah Zawtar al-Sharqiyah menyasar anggota kelompok Hizbullah yang dianggap memberikan ancaman nyata bagi keamanan mereka.

"Menyusul identifikasi tersebut, Angkatan Udara dan pasukan darat Israel melepaskan tembakan ke arah para teroris dan melenyapkan mereka untuk menghilangkan ancaman," demikian pernyataan militer Israel.

Di sisi lain, kelompok Hizbullah mengeluarkan pernyataan yang bertolak belakang mengenai status para korban tewas akibat serangan drone di Lebanon selatan. Kelompok yang disokong oleh Iran tersebut menuduh pihak Israel telah melakukan pelanggaran gencatan senjata secara terbuka dan melakukan serangan langsung terhadap masyarakat nonsipil.

Hizbullah menyatakan bahwa serangan itu merupakan "pelanggaran terang-berangan" ketiga terhadap gencatan senjata di Lebanon, yang telah dilakukan Israel sejauh ini.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author