DPRD NTT Minta Pemerintah Pusat Sediakan Ambulans Udara
Aksesibilitas layanan medis darurat di Nusa Tenggara Timur menjadi tantangan besar saat bencana alam. Sekretaris DPD Partai Gerindra sekaligus anggota DPRD Provinsi NTT, Fernando Jose Osorio Soares, menyoroti hal ini saat meninjau wilayah terdampak gempa, seperti dilansir dari Detikcom.
Karakteristik geografis NTT yang berbasis kepulauan membuat konektivitas transportasi udara sangat vital. Kecepatan evakuasi merupakan variabel utama dalam penyelamatan warga yang membutuhkan pertolongan medis secara mendesak di lapangan.
Rencana pemerintah pusat untuk menghadirkan fasilitas ambulans udara dinilai sebagai langkah strategis. Kehadiran moda transportasi ini menjadi solusi krusial bagi warga di area terpencil yang sulit dijangkau jalur darat.
"Jadi itu kita berharap ini Bapak Presiden, Pemerintah Pusat, rencana ambulans udara. Kami di wilayah kepulauan ini sangat butuh. Mungkin orang di tempat lain tidak butuh, tapi kami di tempat ini sangat membutuhkan," kata Fernando pada Kamis (20/8/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Fernando juga menyerahkan bantuan pasokan obat-obatan kepada fasilitas kesehatan setempat. Penyaluran bantuan medis ini disesuaikan dengan daftar rekomendasi dokter spesialis guna memenuhi kebutuhan darurat penanganan korban.
"Dokter-dokter spesialis, mereka memberikan banyak rekomendasi. Jadi kita bawa obat lumayan banyak. Mudah-mudahan ini bisa menambah stok obat di sini dan juga mungkin obat yang belum ada di sini bisa menjadi lengkap," ucapnya.
Saat mengunjungi salah satu pusat kesehatan masyarakat di area terdampak, keterbatasan kapasitas pelayanan semakin terlihat jelas. Fasilitas kesehatan tersebut tercatat harus melayani sebanyak 5.774 warga dengan dukungan tenaga medis yang sangat terbatas.
Puskesmas setempat dilaporkan hanya diperkuat oleh satu orang dokter dan 15 perawat. Beban operasional tenaga medis menjadi sangat berat ketika bencana terjadi karena pemukiman warga tersebar berjauhan.
"Bayangkan, 5.774 dilayani oleh satu dokter, 15 perawat. Pada saat kondisi bencana, bagaimana? Kemudian tersebar, jauh-jauh. Bagaimana untuk kita menyelamatkan nyawa?" ungkapnya.
Jarak antarwilayah yang berjauhan memperpanjang durasi proses evakuasi maupun rujukan pasien menuju rumah sakit. Dalam situasi darurat bencana, setiap detik waktu tempuh berasosiasi langsung dengan keselamatan jiwa korban.
"Ini kita bukan bicara apa. Ini nyawa. Orang yang tidak paham, orang yang tidak ada di situasi itu mungkin pikir bahwa kita omong kosong. Tapi kalau mereka yang menghadapi situasi begini, ini sangat-sangat kita butuhkan," jelasnya.
Pentingnya Realisasi Ambulans Udara
Fernando mendorong agar gagasan Presiden Prabowo Subianto mengenai penyediaan ambulans udara segera direalisasikan. Kebijakan tersebut sangat mendesak bagi daerah kepulauan dan kawasan dengan keterbatasan akses transportasi reguler.
Operasional ambulans udara diproyeksikan dapat mempercepat evakuasi pasien berkondisi kritis menuju fasilitas rujukan. Moda transportasi udara ini juga mendukung kelancaran distribusi logistik medis, obat-obatan, serta mobilisasi tenaga kesehatan.
"Jadi itu kita berharap. Ini Bapak Presiden, Pemerintah Pusat, rencana ambulans udara. Kami di wilayah kepulauan ini sangat butuh.
Mungkin orang di tempat lain tidak butuh. Tapi kami di tempat ini sangat membutuhkan. Dan saya yakin di seluruh wilayah Indonesia pasti butuh," pungkas Fernando.