DPR Usulkan Pemanfaatan AI Atasi Kekurangan Dokter di Daerah
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh mengusulkan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk mengatasi keterbatasan dokter di sejumlah daerah dalam rapat kerja bersama Kementerian Kesehatan pada Kamis (25/6), seperti dilansir dari Bloomberg Technoz.
Teknologi tersebut dinilai dapat mendukung layanan medis dan menjadi jembatan pelayanan pada wilayah yang memiliki akses terbatas terhadap kehadiran dokter. AI diharapkan mampu berperan sebagai alat bantu awal untuk menganalisis kondisi serta gejala pasien sebelum penanganan lebih lanjut.
"Saya bukan orang medis, Saya membayangkan mungkin sekarang ini kita banyak melihat banyak sektor yang sudah dibantu oleh AI," kata Nihayatul Wafiroh, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI.
Pengembangan layanan kesehatan berbasis telemedisin atau pemeriksaan jarak jauh juga turut disorot untuk menjangkau masyarakat di wilayah tanpa dokter. Nihayatul mempertanyakan peluang pemanfaatan teknologi digital guna menggantikan sebagian fungsi fisik dokter pada penanganan penyakit tertentu.
"Bisa enggak ya, Pak, kira-kira di daerah-daerah tertentu yang mungkin ada tenaga medis dan sebagainya, kita bisa dibantu AI, paling tidak untuk membantu pasien menganalisis penyakit dan sebagainya, karena untuk menjembatani saja," ujar Nihayatul Wafiroh, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI.
Pihak parlemen menilai solusi digital ini krusial mengingat pemeriksaan jarak jauh dapat menjadi opsi penanganan yang efektif bagi wilayah terpencil.
"Kalau itu bisa dilakukan dengan pemeriksaan jarak jauh juga di wilayah tertentu yang tidak ada dokter, itu juga bisa salah satu solusinya," kata Nihayatul Wafiroh, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin merespons dengan memaparkan fakta bahwa Indonesia saat ini masih menghadapi persoalan serius terkait minimnya ketersediaan tenaga medis. Ketiadaan dokter di banyak puskesmas daerah berdampak langsung pada terbatasnya akses layanan bagi masyarakat luas.
"Banyak sekali puskesmas yang tidak ada dokternya," kata Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan.
Sebagai contoh, wilayah Kabupaten Mamberamo Raya di Papua hingga kini tercatat belum memiliki satu pun dokter spesialis maupun dokter gigi untuk melayani masyarakat.
"Kemarin kita kedatangan Bupati Mamberamo Raya. Tidak ada satu pun dokter spesialis di sana. Dokter giginya nol. Mungkin ada dari 17 puskesmas, 12 enggak punya dokter," ungkap Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan.
Kondisi kelangkaan ini memicu tingginya beban kerja bagi tenaga kesehatan yang ada, karena mereka harus melayani pasien dalam jumlah yang sangat besar melampaui kapasitas ideal.
"Jadi, masalah utamanya karena memang kita kekurangan dokter sehingga akibatnya bebannya tinggi sekali," ujar Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan.